Arzeti Ingatkan Perlunya Penguatan Wawasan Kebangsaan

oleh
Arzeti Bilbina saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Sukolilo, Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Konflik horizontal dengan isu utama suku, ras, dan agama sangat mungkin terjadi pada kondisi saat ini. Untuk itu, perlu dikuatkan kecintaan terhadap nagara dalam kehidupan berbangsa kepada setiap warga negara Indonesia.

Menyadari akan pentingnya akan hal itu, Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Surabaya-Sidoarjo, Arzeti Bilbina menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di Kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

Di hadapan seratus peserta dari Pengurus MWC dan Pengurus Ranting MWCNU serta Perempuan Bangsa Kecamatan Sukolilo, Arzeti mengatakan, Jawa Timur menjadi gerbang daerah mampu menjaga keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

”Untuk itu, hal ini harus dipertahankan. Generasi-generasi muda harus terus ditanamkan rasa kebangsaan terutama pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” katanya, Sabtu (17/12/2016).

Dengan keragaman penduduk di Indonesia mulai dari suku, ras, dan agama, dibutuhkan konstitusi sebagai perekat kehidupan masing-masing masyarakatnya agar tidak terjadi gesekan.

”Surabaya sebagai kota Metropolitan sudah tentu sangat beragam. Baik kehidupan warganya, maupun tata cara dalam menjalankan keyakinan dan lain sebagainya. Untuk itu, empat pilar ini perlu benar-benar dimantapkan,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah peserta yang mengikuti sosialisasi empat pilar terlihat cukup bersemangat. Mereka hampir semuanya memahami, bahwa butuh kesadaran untuk saling menjaga satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sekretaris DPC PKB Surabaya, Hasanal Bahri yang mendampingi Arzeti Bilbina mengatakan, sosialisasi terus dilakukan anggota DPR dari PKB dari waktu ke waktu. Menurutnya, beberapa daerah dipilih untuk dilakukan sosialisasi di Surabaya lantaran kehidupan bermasyarakat di Surabaya cukup kompleks.

”Untuk itu dibutuhkan pemahaman menganai empat pilar kehidupan berbangsa, agar tidak terjadi gesekan dan terus hidup dengan damai dan sentosa seperti selama ini terjadi,” katanya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.