GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, membangun Buffer Zone atau kawasan penyangga di TPA Benowo mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi C Vinsensius.
Vinsensius mengingatkan kepada pemerintah kota supaya benar-benar memanfaatkan alokasi anggaran untuk Buffer Zone. Salah satunya mengatasi berbagai persoalan yang muncul disekitar TPA.
Untuk merealisasikan pembangunan Buffer Zone di TPA Benowo, menurut dia, Pemkot Surabaya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 104 miliar.
“Saya sangat berharap beberapa keluhan dari warga tidak ada lagi. Seperti masih adanya air lindi dan pencemaran udara,” ujar Vinsensius, Senin (5/11/2016).
Selain soal keluhan warga, ia juga menagih konversi listrik yang hingga sekarang belum terwujud. Padahal TPA telah cukup lama beroperasi.
“Untuk konversi listrik, saya meminta bisa dilakukan sesuai rencana,” harap Awey, sapaannya.
Dalam kesempatan itu, Politisi dari Partai Nasdem ini mengingatkan, kepada Pemkot Surabaya bersama PT SO tidak lagi memunculkan wacana yang sama dalam pembahasan RAPBD tahun depan.
Menurutnya, sebenarnya saat ini sudah ada Buffer Zone yang dibuat PT SO. Karena dinilai kurang maka muncul permintaan anggaran untuk pembangunan buffer zone ring kedua yang saat ini sudah tercantum di APBD 2017.
“Jangan sampai nanti ada buffer zone ring ketiga,” ingat politisi yang dikenal Vokal ini.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya sudah punya rencana matang terkait pembangunan buffer zone TPA Benowo. Nantinya, area tersebut akan berkonsep seperti hutan dan dilengkapi track untuk bersepeda.
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menjelaskan, kawasan penyangga yang akan dibangun didesain menjadi tempat yang indah dan menarik. Dengan demikian, selain memiliki fungsi utama sebagai kawasan penyangga, buffer zone juga dapat dimanfaatkan warga sebagai sarana edukasi dan rekreasi.
Bentuk buffer zone akan dibuat mengelilingi TPA Benowo. Oleh karenanya, lahan yang dibutuhkan sangat besar. Berdasar perhitungan pemkot, setidaknya 37 hektare diperlukan untuk membangun kawasan penyangga.
“Namun, pemkot tak akan langsung membebaskan seluruhnya. Makanya, kita cicil tahun ini rencananya 10 hektare dulu,” ujar Risma waktu itu. (bmb/gbi)

