GLOBALINDO.CO, MEDAN - Mantan Panglima Kostrad Edy Rahmayadi tak menunjukkan perilaku politik elok saat terjun sebagai calon Gubernur Sumatera Utara dan membagikan duit pecahan Rp 50.000 untuk menjaring simpati masyarakat. Mirisnya, Ketua Umum PSSI itu malah tak menyadari bahwa perilaku money politiknya itu salah.
Aksi Edy menebar duit ke warga di Kota Medan terekam oleh video amatir dan viral di media sosial. Video tersebut awalnya diunggah oleh akun Twitter Iman Brotoseno pada Jumat (5/1).
“Asyik bagi bagi uang. Dikawal tentara lagi. Selamat datang calon gubernur” tulis pemilik akun twitter @imanbr dalam caption videonya.
Namun bukannya membuat Edy Rahmayadi malu, jenderal TNI bintang tiga ini malah menyebut aksi money politicnya itu karena mengikuti adat dan budaya di Sumut. Ia mengaku aksi bagi-bagi duit itu dia lakukan ketika tengah menghadiri sebuah acara di suatu gereja di Kota Medan, Sumut.
“Begini. Kegiatan di Sumut, adat ya, bisa dibilang adat ya. Setiap ada kegiatan begitu ada anak menyanyi ada apa pasti ada saweran. Itu sudah merupakan budaya ya,” kata Edy, Jumat (5/1).
Edy mengaku kegiatannya tersebut dalam rangka membantu gereja karena merasa iba melihat kondisi gereja yang didatangainya nampak sangat memprihatinkan. Ia juga bersikukuh bahwa apa yang dilakukannya belum diatur dalam UU No.10 tahun 2016 tentang Pilkada.
“Kita membantu anak-anak kecil dan itu kan belum ada di ketentuan pilkada,” lanjut Edy. Padahal diketahui Edy adalah bakal calon gubernur di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang diusung oleh sejumlah partai koalisi.
Tak kalah hebohnya, aksi puluhan tentara menurunkan baliho raksasa bergambar Letjen Edy Rahmayadi juga viral di jagat maya. Didalam baliho, terlihat Edy sedang memakai pakaian dinas lapangan (PDL) TNI.
Menurut keterangan sumber, puluhan personel TNI yang menurunkan baliho tersebut bertugas di Rindal I/BB Pematangsiantar. Pembongkaran ini dipimpin langsung oleh Danrindam I/BB Kolonel Inf Zainuddin.
Ia menyebut penurunan ini dalam rangka netralitas TNI dalam setiap pemilihan umum. “ini merupakan amanat dari Undang-undang dan kami khususnya Rindam I/BB taat akan aturan tersebut,” ucap Kolonel Inf Zainuddin. (tib/gin)

