Bambang DH Dicopot dari Plt Ketua DPD PDIP DKI Jakarta

oleh

bambang dhGLOBALINDO.CO, JAKARTA - Bambang DH yang menjabat sebagai Plt Ketua DPD PDIP DKI Jakarta dicopot dari posisinya dan digantikan oleh Ady Widjaja, Bendahara DPD PDIP DKI.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, pergantian Bambang DH sebagai Plt Ketua DPD PDIP DKI Jakarta merupakan keputusan agar Bambang berkonsentrasi di kepengurusan DPP. Sebagai ketua DPP bidang pemenangan Pemilu, Bambang harus fokus menyiapkan Pilkada serentak.

“Tahapan Pilkada serentak sudah dimulai. Pak Bambang DH sebagai ketua DPP pemenangan Pemilu memiliki tanggung jawab yang tidak ringan untuk suksesnya Pilkada tersebut,” kata Hasto.

Bambang menurut Hasto diperlukan untuk mengawal tahapan Pilkada serentak utamanya terkait persiapan kader PDIP yang diusung sebagai calon kepala daerah. Sebab, Bambang dianggap sudah berhasil menjalankan konsolidasi internal DPD PDIP DKI dan saatnya kembali mengerjakan tugas dan tanggung jawab sebagai ketua DPP.

“Pak Bambang DH dinilai sudah berhasil menjalankan konsolidasi internal DPD PDIP DKI. DPP PDIP melihat tanggungjawab (Bambang DH) memimpin pilkada serentak, maka kemudian DPP memutuskan untuk menetapkan ketua DPD PDIP DKI secara definitif Pak Ady Widjaja,” imbuh Hasto.

Sementara sosok Ady Widjaja dianggap sudah matang dalam kepengurusan partai. Ady sebelum ditetapkan menjadi ketua DPD PDIP DKI merupakan bendahara.

“Pak Ady Widjaja tidak menjabat sebagai anggota dewan sehingga totalitas untuk mengurus partai jauh lebih besar untuk dijalankan pak Ady Widjaja, kemudian juga pengalaman luas di organisasi,” ujar Hasto.

Penetapan Ady sebagai ketua DPD PDIP juga dilakukan karena adanya aturan dari KPU mengenai kewajiban pendaftaran bakal Cagub dan Cawagub untuk didaftarkan oleh Ketua DPD definitif, bukan pelaksana tugas (Plt).

“Itu berdasarkan keputusan KPU yang baru, tidak boleh pelaksana tugas. Faktor eksternal ini juga yang membuat DPP akhirnya membuat keputusan,” sambungnya.

Sementara itu, Bambang DH mengaku pencopotannya merupakan hal yang wajar.

“Dalam organisasi biasa saja. Kan memang Plt, hanya sementara,” kata Bambang, Selasa (30/8/2016).

Penggantian Bambang kepada Ady memunculkan spekulasi PDIP akan segera mendukung Ahok. Bambang selama ini kerap bersuara menolak Ahok. Apakah Ady akan membawa PDIP mendukung Ahok?

“Belum ada keputusan untuk itu,” ujar Bambang.

Sejumlah aksi Bambang menolak Ahok di antaranya menerima pengunjuk rasa dari Jaringan Rakyat Miskin Kota (JMRK) dan Urban Poor Consortium Jakarta yang mendesak PDIP tidak mencalonkan Ahok.

Bambang bersama sejumlah pengurus PDIP juga pernah kedapatan menyanyikan yel yel ‘Ahok pasti tumbang’ saat rapat internal. Bambang kala itu menegaskan sikap itu muncul karena proses di DKI sudah selesai.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.