
GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Lanmgkah Aziz Syamsuddin menduduki kursi Ketua Dewan Pewakilan Rakyat terganjal. Penyebabnya, Badan Musyawarah dan Anggota fraksi Partai Golkar belum solid mendukung Aziz sebagai pengganti Setya Novanto
Sebanyak 56 dari 91 anggota Fraksi Golkar membubuhkan tanda tangan penolakan. Sebelumnya, terdapat 50 anggota F-Golkar yang meneken surat penolakan pada hari Senin (11/12).
Enam orang lagi yang menolak antara lain Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunandjar, Noor Achmad, M Luthfi, Wasista Bambang Utoyo, Bambang Soetrisno, dan Firmandez.
Selain enam nama itu, sebelumnya Sekretaris F-Golkar Agus Gumiwang, bekas Ketua DPR Ade Komarudin dan Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) juga telah meneken surat penolakan Aziz sebagai Ketua DPR.
“Nanti akan dibicarakan di partai sendiri. Tidak, tidak (Aziz tidak jadi ketua DPR),” ujar Ketua F-Golkar Robert J Kardinal seusai rapat Bamus.
Novanto sudah menuliskan surat pengunduran dirinya sebagai Ketua DPR ke DPP Golkar, F-Golkar, dan pimpinan DPR. Novanto sekaligus menunjuk Aziz menjadi penggantinya. Surat ini ditindaklanjuti dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) hari ini di lantai 3 gedung Nusantara III kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.
Rapat Bamus antara pimpinan DPR dan 10 Fraksi di DPR selesai pengganti Novanto itu menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Bamus tak menyepakati Aziz sebagai ketua DPR.
“Semua surat yang masuk akan dibacakan. Yang dibacakan nomornya dan perihalnya,” ujar Ketua F-Golkar Robert Kardinal usai Bamus.
Robert menegaskan Aziz Syamsuddin tak akan dilantik hari ini. Soal ketua DPR pengganti Novanto, Bamus menyerahkan kembali ke internal Golkar.
“Nanti akan dibicarakan di partai sendiri. Tidak, tidak (Aziz tidak jadi ketua DPR),” ucapnya. (dt/adi)

