GLOBALINDO.CO, KARAWANG - Bencana banjir yang menghantam 12 desa/keluarahan di Karawang, Jawa Barat sejak Senin (14/11/2016) dini hari merendam sedikitnya 5.789 rumah warga. Selain itu, banjir juga memaksa 13.000 jiwa mengungsi.
“Dari pendataan kami, banjir akibat meluapnya sungai Cibeet dan Citarum terjadi di lima kecamatan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karawang, Asip Suhendar, Selasa (15/11/2016).
Sesuai dengan pemantauan di lapangan, banjir di berbagai daerah sekitar Karawang yang telah terjadi sejak Senin (14/11) dini hari kini sudah mulai surut.
Hanya beberapa daerah yang masih terendam banjir seperti Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat serta sebagian wilayah di Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat.
“Sebelumnya ketinggian air di daerah banjir ada yang mencapai 2 meter. Tapi sekarang sudah mulai surut,” kata Asip.
Ketinggian air di daerah banjir mulai surut di sejumlah titik banjir, karena pada Selasa ini kondisi sungai Cibeet sudah mulai berkurang.
Ia mengatakan, selama bencana banjir yang terjadi di lima kecamatan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat menyediakan tujuh titik pengungsian.
Di antaranya di sekitar Perumahan Bintang Alam, Desa Karangligar, kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, wilayah Tanjungpura, Perumahan Karawang Indah, dan di wilayah Payungsari.(ara/ziz)

