Bantu Korban Gempa Aceh, TNI Dirikan 2 Rumah Sakit Lapangan

oleh

GLOBALINDO.CO, ACEH - Untuk membantu korban gempa Aceh, TNI mendirikan dua Rumah Sakit Lapangan di lokasi gempa.

“Setelah gempa saya langsung diperintahkan Bapak Presiden untuk mendirikan rumah sakit lapangan di lokasi gempa, karena menurut Bapak Jokowi korban gempa di Pidie itu pasati terus bertambah dan perlu ada penangan serius”, kata Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, Kamis (8/12/2016).

Menurut Gatot, Rumah Sakit Lapangan Yonkes 1/1 Kostrad yang didirikan TNI di depan Kantor Bupati Kabupaten Pidie Jaya itu dilengkapi 24 dokter spesialis beserta berbagai peralatan medis sehingga diharapkan seluruh korban langsung dapat ditangani di rumah sakit lapangan.

“Ada 24 dokter spesialis dan berbagai peralatan medis sudah kita datangkan kelokasi, kemudian rumah sakit ini kita buat dari tenda sehingga aman dari gempa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigadir Jenderal Sabrar Fadhilah menambahkan, personel Batalyon Kesehatan 1 Kostrad telah tiba di Lanud Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.

Tim Yonkes 1 tiba dengan menggunakan pesawat Hercules, sekitar pukul 24.30 WIB, Rabu (7/12/2016).

“Tim kemudian melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Pidie Jaya menggunakan jalan darat dan tiba pukul 03.00 WIB,” ujar Sabrar.

Sabrar menuturkan, tim tersebut berjumlah 187 orang yang terdiri dari 80 orang dari YonKes 1 Kostrad dan 107 orang Marinir.

Selanjutnya, kata Sabrar, tim mendirikan 2 unit rumah sakit lapangan di depan kantor Bupati Pidie Jaya.

“Mereka dipimpin Kapuspen TNI untuk melaksanakan tugas bantuan medis akibat bencana gempa,” kata Sabrar.

Seperti diketahui, Gempa berkekuatan 6,4 pada skala Richter mengguncang wilayah Pidie Jaya pada Rabu (7/12/2016) pagi.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.03 WIB tersebut telah menyebabkan kerusakan parah di Kabupaten Pidie Jaya, provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Gempa berlokasi di 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya, 34 kilometer Barat Laut Kabupaten Bireun, 48 kilometer laut Kabupaten Pidie, 121 kilometer tenggara Banda Aceh, dan 1.716 kilometer barat laut Jakarta.

Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi terjadi tsunami.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.