Bekas Ketua DPRD Malang Segera Diadili dalam Dua Kasus Suap

oleh
Mantan Ketua DPRD Kota Malang, Mochamad Arief Wicaksono.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Mantan Ketua DPRD Malang, Mochamad Arief Wicaksono, segera didudukkan di meja hijau atas dua kasus suap yang menjeratnya. Hari ini (28/2), tim penyidik KPK telah melimpahkan berkas penyidikan tahap II beserta barang bukti dan tersangka ke pengadilan.

Jubir KPK, Febri Diansyah menyatakan berkas penyidikan kedua kasus itu telah dinyatakan lengkap atau P21. Untuk itu tim penyidik melimpahkan berkas, barang bukti dan tersangka Arief ke tahap penuntutan atau tahap II.

“Hari ini dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka MAW (M Arief Wicaksono) atau tahap dua terkait kedua perkara yang bersangkutan yaitu, kasus dugaan suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang TA 2015 dan kasus dugaan suap terkait pengganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang dalam APBD Pemkot Malang TA 2016 pada tahun 2015,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (28/2).

Dengan pelimpahan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memiliki waktu maksimal 14 hari untuk menyusun surat dakwaan terhadap Arief. Nantinya surat dakwaan terhadap Arief bakal dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk disidangkan.

“Sidang rencananya akan dilakukan di PN Tipikor Surabaya. Sementara, tersangka masih dititipkan di Rutan Guntur dan akan dibawa ke Surabaya hari Jumat untuk keperluan persidangan,” katanya.

Untuk merampungkan penyidikan dua kasus ini, tim penyidik telah memeriksa sekitar 84 saksi. Puluhan saksi itu berasal dari unsur pimpinan dan anggota DPRD Malang, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Kepala Bappeda Kota Malang Tahun 2015 dan Sekretaris Dinas PU Kota Malang serta sejumlah pihak swasta.

“Sedangkan MAW sendiri telah diperiksa sebagai tersangka sekurangnya enam kali sejak Agustus 2017 hingga Februari 2018,” katanya.

Arief Wicaksono dijerat dengan dua perkara penerimaan suap. Dalam kasus pertama Arief Wicaksono diduga menerima hadiah atau janji dari Jarot Edy Sulistiyono. Jarot adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan Kota Malang. Pemberian hadiah diduga terkait pembahasan APBD perubahan Pemkot Malang 2015.

Pada kasus ini, KPK menetapkan keduanya sebagai tersangka. Arief Wicaksono yang diduga menerima hadiah uang sebesar Rp700 jutadijerat dengan Pasal 12 ayat 1 huruf a atau b Undang-undang (UU) No.31/1999 sebagaimana telah diperbaharui dalam UU No.20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Jarot Edy yang diduga melakukan pemberian gratifikasi dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU No.31/1999.

Untuk kasus lainnya, Arief diduga menerima uang sebesar Rp 250 juta dari Komisaris PT ENK Hendrawan Maruszaman terkait penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kedung Kandang. Proyek tersebut didanai APBD Pemkot Malang dengan skema multiyears 2016-2018 senilai Rp 98 miliar. Dia diduga menerima pemberian sebesar Rp 250 juta. (bs/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.