Bencana Tanah Rekah Teror Trenggalek, Rumah dan Jalan Rusak

oleh

GLOBALINDO.CO, TRENGGALEK - Wilayah Trenggalek kini sedang diteror bencana tanah rekah akibat adanya pergeseran lempeng bumi. Imbasnya, sejumlah rumah warga dan jalan raya retak dan rusak. Pemandangan ini terhampar di Desa Terbis. Jumlah rumah dan jalan yang retak terus bertambah.

Sekretaris Desa Terbis, Nurhadi menuturkan, saat ini rumah yang mengalami retak berjumlah sekitar 34 unit dari semula 20 unit.

Menurut Nurhadi, meningkatknya jumlah rumah yang terdampak diakibatkan oleh aktivitas pergerakan tanah yang terus-menerus. Bahkan saat ini pergeseran tanah cenderung lebih cepat dibanding beberapa hari lalu.

“Rumah yang sebelumnya lebar retakannya 30 centimeter, saat ini terus bertambah hingga hampir satu meter. Lihat saja saat ini suara retakan terus terjadi dari dalam rumah,” katanya.

Nurhadi menambahkan, sejumlah rumah penduduk yang sebelumnya tidak mengalami retakan, kini mulai terjadi retakan di dinding maupun lantai rumah. Menurutnya, meskipun jumlah rumah yang terdampak mengalami lonjakan, namun jumlah warga yang mengungsi masih tetap 9 kepala keluarga.

“Para pengungsi saat ini memilih untuk menumpang di rumah sanak saudara atau di rumah penduduk lainnya yang lebih aman. Sedangkan untuk rumah yang retakannya tidak parah masih bertahan,” ujar Nurhadi.

Sementara itu sesuai dengan data di pemerintah desa setempat, jumlah bangunan yang telah dibongkar mencapai 10 unit, terdiri dari 9 unit rumah penduduk dan 1 unit musala.

“Beberapa rumah proses pembongkarannya masih belum selesai, tapi warga tidak berani melanjutkan, karena kondisnya sudah sangat berbahaya, retakannya cukup lebar dan rawan ambruk,” ujar salah seorang warga, Suyitno.

Menurutnya, saat ini warga memilih untuk membiarkan sisa rumah tersebut ambruk dengan sendirinya, daripada membahayakan warga yang melakukan proses pembongkaran.

Selain rumah penduduk, kodisi jalan utama desa yang amblas juga terus bertambah. Jalan yang sebelumnya hanya amblas sekitar setengah meter, saat ini semakin dalam hingga mencapai hampir 2 meter. Akibatnya, untuk sementara jalan tersebut tak bisa dilintasi semua jenis kendaraan.

Jalan yang rusak tersebut memiliki panjang 500 meter dan terletak di Desa Terbis, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Padahal, jalan baru dibangun 2 bulan yang lalu. Kepala Desa Terbis, Supardi, mengatakan, rusaknya jalan poros desa ini mulai terjadi sejak Minggu (10/12).

“Setelah hari Minggu itu, tanah terus bergerak dan retakan di jalan sebakin lebar dan banyak. Sekarang kondisi jalan sudah hancur berkeping-keping, untuk jalan kaki saja susah,” kata Supardi.

Jalan tersebut dibuat dengan dana dari APBD Trenggalek tahun 2016, sebesar Rp 700-an juta. Infrastruktur jalan ini menjadi akses utama warga untuk menuju daerah lain. Bahkan juga menjadi penghubung antara warga Kecamatan Panggul dengan Kecamatan Sudimoro, Pacitan.

“Ini akses yang sangat penting bagi warga Terbis dan sekitarnya, ketika putus seperti ini maka harus memutar melalui jalur lain yang lebih jauh,” jelas Supardi.

Ia menambahkan, pemerintah desa belum mengetahui rencana ke depan terkait jalan poros desa tersebut, pihaknya masih akan melihat perkembangan pergerakan tanah.

Sementara itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah desa menutup akses jalan tersebut. Mengingat saat ini pergerakan tanah masih terusterjadi. Pihaknya khawatir apabila tiba-tiba terjadi longsor besar.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.