GLOBALINDO.CO, BOJONEGORO – Megaproyek bandara khusus angkutan minyak dan gas (migas) segera dibangun di di Desa Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur Bojonegoro. Bandara tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 195 hektar.
Dari 195 hektar lahan yang disediakan untuk bandara migas di Kecamatan Dander, 175 hektar merupakan lahan milik Perhutani dan 21 hektar sisanya lahan milik warga. Sesuai dokumen perencanaan yang disampaikan Pemkab Bojongoro, pengadaan lahan dilakukan selama tiga tahun, mulai 2016 hingga 2018.
Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengatakan, bandara migas tersebut dinilai sebagai kebutuhan infrastruktur penting, mengingat saat ini ada lima wilayah kerja pertambangan (WKP) di Bojonegoro.
“Sebagai penunjang saran transportasi tenaga migas, peralatan, dan antisipasi kondisi bahaya, agar tidak selalu mengandalkan bandara Juanda atau Iswahyudi Madiun,” katanya, Rabu (20/1).
Tim dari Pemkab Bojonegoro telah menggelar rapat perdana persiapan pembangunan bandara di kantor Gubernur Jawa Timur, kemarin. Mengingat pembangunan bandara ini harus seizing gubernur.
Suyoto berharap, bandara di Bojonegoro tersebut nantinya tidak hanya beroperasi untuk urusan migas, tetapi juga dioperasikan untuk bandara komersial. Proyek ini akan dilaksanakan secara multiyear selama empat tahun, sejak 2017 dan diharapkan tahun 2020 sudah mulai beroperasi.
“Potensi penumpangnya cukup besar, seperti dari Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro sendiri,” ungkap politisi Partai Amanat Nasional itu. (kc/gbi)

