Bulog Jadi TO KPK Terkait Suap Irman Gusman

oleh

kantor-bulogGLOBALINDO.CO, JAKARTA - Kasus suap yang menjerat Ketua DPD RI, Irman Gusman bakal menyeret pihak lain. Bulog kini menjadi target operation (TO) Komisi Pemberantasan Kodupsi (KPK) terkait suap kuota gula.

“Harus, kalau ada buktinya yang ke arah sana, harus dilakukan penyelidikan yang lebih lengkap,” kata pimpinan KPK, Laode M Syarif di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Dalam pemberian jatah kuota impor gula untuk CV Semesta Berjaya diduga ada komunikasi antara Irman Gusman dan oknum di Bulog. KPK menyebut itu sudah menjadi materi penyelidikan.

“Yang bisa mengantar KPK ke situ karena ada pembicaraan. Salah satunya itu. Ada rekomendasi,” ungkapnya.

Soal uang Rp 100 juta yang diamankan dari Irman, KPK masih menyelidiki apakah itu merupakan pemberian pertama atau sudah ada transaksi lainnya.

“Kami juga belum tahu. Sedang diselidiki. Tapi bahwa ada uang Rp 100 juta yang diambil penyidik KPK memang ada,” ujar Laode.

Sebelumnya, Direktur Pengadaan Bulog, Wahyu mengakui bahwa CV SB adalah salah satu mitra penyalur yang ditunjuk oleh Bulog untuk mendistribusikan gula impor di Sumatera Barat.

Bulog mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk stabilisasi harga gula. Dalam rangka stabilisasi itu, Bulog mengimpor 260.000 ton gula. Untuk mendistribusikannya, Bulog menunjuk 57 distributor di seluruh Indonesia, salah satunya CV SB.

“Bulog melaksanakan penugasan sesuai tugas yang diberikan pemerintah. Untuk penjualan kami pasti menunjuk mitra penyalur atau distributor. Itu untuk menjual di daerah. Jumlahnya ada 57 distributor di seluruh Indonesia. CV SB adalah salah satunya,” papar Wahyu.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.