GLOBALINDO.CO, JAKARTA - Insiden ambruknya jembatan penyeberangan orang (JPO) di Pasar Minggu Jakarta Selatan yang menewaskan tiga orang dan melukai 6 orang lainnya memantik kecurigaan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok pun menuding insiden ini merupakan tanggung jawab mafia reklame yang menguasai JPO di Jakarta.
Ahok membeberkan, banyak JPO di Jakarta yang dibangun pihak swasta. Namun banyak di antaranya yang mengizinkan pemasangan reklame di jembatan tanpa ada tambahan konstruksi dengan alasan penghematan.
“Jadi banyak sekali swasta membangun JPO nyambung tapi enggak mau pelihara. Iklan yang dia bikin nggak pakai konstruksi sendiri digantungin ke JPO-nya untuk penghematan. Pelanggaran terjadi semua, dulu yang izin pengawasan bisa disogok saya kira,” kata Ahok di Balai Kota, Senin (26/9/2016).
Ahok pun menuding ada mafia atau oknum dari agensi periklanan maupun pihak lain yang sengaja menguasai JPO sebagai lahan bisnis mereka.
“Kita semua halte JPO sudah ada prototipe nya. Kita tinggal cetak saja cuma masalahnya mesti penghapusan aset, bangun pake APBD gagal. Kita ditawarin iklan gagal. Ini kan ada kaya mafia iklan yang pengen menguasai JPO,” ungkap Ahok.(dtc/ziz)

