GLOBALINDO.CO, BEIJING/TAIPEI - Pemerintah China, mengingatkan pemerintah Taiwan tidak menerima pemimpin kerohanian dari Tibet, Dalai Lama, yang diasingkan, setelah anggota legislatif terkemuka mengundangnya datang ke pulau berpemerintahan sendiri namun diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayah China daratan.
Mantan Presiden Taiwan, Ma Yingjeou, yang mengedepankan kedekatan hubungan ekonomi dengan China, menolak Dalai Lama untuk memasuki wilayahnya beberapa waktu setelah kunjungan terakhir ke Taiwan pada tahun 2009.
Pada kesempatan itu, Ma mengizinkan dia memasuki Taiwan akan tetapi dia tidak menemuinya.
Presiden baru Taiwan, Tsai Ingwen, yang barusan terpilih pada Januari, belum mengatakan kemungkinan pemerintahannya mengizinkan kunjungan Dalai Lama, yang akan memberikan selamat kepada Tsai atas kemenangan luar biasa pada pemilihan umum itu.
Freddy Lim, salah satu penyanyi heavy metal terkenal dan kritikus vokal terhadap Beijing, yang terpilih sebagai anggota parlemen pada bulan Januari lalu, mengundang Dalai Lama yang dia temui di India pada pekan lalu.
Ma Xiaoguang, juru bicara Kementerian China urusan Taiwan, dalam pengarahan pers rutin di Beijing menjelasakan bahwa Dalai Lama “mengenakan pakaian keagamaan membawa sejumlah aktivis separatisme”.
“Tujuan beberapa kekuatan di Taiwan untuk berkolusi dengan kelompok separatis mengupayakan kemerdekaan Tibet dan menciptakan kekacauan yang akan berdampak parah pada hubungan lintas Selat Taiwan,” tegas Ma.
“Kami sangat menentang berbagai bentuk kunjungan,”tegasnya.
Asisten Lim, Kenny Chang, kepada Reuters menjelasakan, Dalai Lama sangat menghormati Taiwan.
“Lim mengundang beliau untuk berkunjung ke Taiwan membagikan ide-idenya dan filsafat keagamaan,” tuturnya.
Menteri Luar Negeri Taiwan, David Lee, Selasa, kepada anggota dewan legislatif mengatakan bahwa jika Dalai Lama memutuskan untuk datang, kementeriannya akan meninjau persoalan itu secara hati-hati, demikian laporan media.
Kementerian tersebut belum bisa dimintai komentar terkait kunjungan Dalai Lama.
Pemerintah China mencurigai Tsai dan Partai Progresif Demokratik (DPP) mendukung kemerdekaan Taiwan, bahkan saat Tsai berkeinginan untuk menjaga perdamaian dengan China.
Pada bulan Juni, China menghentikan mekanisme komunikasi dengan Taiwan karena penolakan pemerintahan tersebut untuk mengakui asas “Satu China”.
China mengklaim bahwa Taiwan sebagai wilayahnya dan tidak pernah menggunakan kekuatan untuk membawa Taiwan berada di bawah kekuasaannya.
Pasukan Partai Nasionalis (Kuomintang) yang kalah dari Partai Komunis China melarikan ke pulau Taiwan untuk mengakhiri perang sipil dengan Komunis pada 1949.
Dalai Lama yang meraih Nobel Perdamaian pada 1989 melarikan diri ke pengasingannya di India pada 1959 setelah pemberontakan terhadap pemerintahan Komunis berakhir dengan kegagalan.
Tenzin Taklha, ajudan Dalai Lama di Dharamsala, India, sebagai tempat kedudukan pemerintahan Tibet di pelarian menolak memberikan tanggapan saat dihubungi lewat telepon.
Dalai Lama yang sedang mengunjungi Eropa mengaku ingin mendapatkan otonomi penuh di tanahnya di Himalaya. (kmp/nur)

