GLOBALINDO.CO, LONDON – Lembaga riset internasional, Credit Suisse, merilis hasil penelitian yang mengejutkan tentang kekayaan global. Hasil riset salah satunya menunjukkan bahwa kekayaan Inggris menyusut USD 1,5 triliun atau sekitar Rp 20 ribu triliun setelah menyatakan hengkang dari Uni Eropa (Britain exit/Brexit).
Dilansir dari Reuters, Selasa (22/11), referendum pada 23 Juni lalu dan keputusan Brexit mengakibatkan nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS anjlok 16 persen. Artinya kekayaan UK jika dihitung dengan dolar AS menyusut tajam.
Penelitian tersebut juga memperkirakan bahwa sekitar 945 miliarder baru akan dicetak di seluruh dunia dalam lima tahun ke depan. Dengan demikian nantinya akan ada sekitar 3.000 miliarder di seluruh dunia.
“Lebih dari 300 miliarder baru berasal dari Amerika Utara. Sedangkan, total miliarder dari China akan menjadi di atas 420 miliarder,” tulis laporan tersebut.
Orang kaya asal China juga diperkirakan akan meningkat lebih dari 70 persen pada periode 2016 hingga 2021. Dengan total sekitar 2.800 orang. (gbi)

