Datangi Polda Jatim, Putri dari Guru Taat Pribadi Klaim Duit Rp 2 Triliun Milik Ayahnya

oleh
Nurhasanah, putri Abah Ilyas yang mengklaim ayahnya adalah pendiri Padepokan Dimas Kanjeng dan pemilik duit Rp 2 triliun. Abah Ilyas merupakan guru spiritual Taat Pribadi, pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng.
Klaim Harta: Nurhasanah, putri Abah Ilyas yang mengklaim ayahnya adalah pendiri Padepokan Dimas Kanjeng dan pemilik duit Rp 2 triliun. Abah Ilyas merupakan guru spiritual Taat Pribadi, pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Teka-teki keberadaan harta pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi yang disebut-sebut mencapai Rp 2 triliun hingga kini belum terjawab. Hingga kini, polisi baru menemukan dan menyita 35 aset Padepokan Dimas Kanjeng.

Adalah seorang wanita setengah baya bernama Nurhasanah yang mempertanyakan keberadaan duit itu ke Polda Jatim. Nurhasanah merupakan anak tertua dari Abah Ilyas, guru Taat Pribadi. Abah Ilyas merupakan seorang kyai pendiri Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Misbar Karangnongko, Mojokerto.

“Sisanya kemana?” katanya di Mapodla Jatim, Kamis (15/12).

Nurhasanah menjelaskan, harta berupa aset dan uang di Padepokan Dimas Kanjeng adalah milik ayahnya, Abah Ilyas. Padepokan itu juga didirikan oleh ayahnya, tapi pengelolaannya diserahkan kepada Taat Pribadi.

“Uang itu, sebagian besar berasal dari pemberian kolega Abah Ilyas di Kesultanan Brunai dan Malayasia,” ungkapnya.

Jajaran Polda Jatim memang belum bisa mengungkap semua harta padepokan yang dikelola Taat Pribadi, tersangka utama kasus ini. Padahal dalam kasus dugaan penggadaan uang di Padepokan Dimas Kanjeng di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, telah menjerat banyak tersangka.

“Ya masih 35 aset itu yang disita untuk perkara TPPU-nya,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera di markasnya, Kamis (15/12). Terkait dengan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang disangkakan kepada Taat Pribadi dan beberapa anak buahnya, yakni Vijay dan Suryono.

Sebelumnya, santer dikabarkan pimpinan padepokan, Taat Pribadi sempat memindahkan duitnya Rp 2 triliun yang selama ini disimpan di bungker yang terletak di rumah saudaranya. Duit itu dipindahkan beberapa saat usai Taat dan para pengikutnya ditangkap Polda.

Harta dua triliun milik Padepokan Dimas Kanjeng ini pernah diutarakan Kepala Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi Cecep Ibrahim. Angka itu berdasarkan dokumen yayasan yang dikantongi penyidik.

“Asetnya dua triliun, bukan miliar,” katanya saat awal kasus ini mencuat.

Kini, informasi sumir itu kembali mengemuka setelah kasus ini meredam dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelum munculnya Nurhasanah di Mapolda Jatim, beberapa waktu lalu salah satu tim penasihat hukum Taat Pribadi, Neshawati Arsyad mengaku dibatasi oleh Polda Jatim untuk menemui kliennya.

“Sampai sekarang baru sekali saya bisa temui Pak Taat,” katanya.

Neshawati baru bisa menemui Taat setelah mengamini permintaan penyidik agar merayu kliennya membuka rahasia dimana harta dan aset Dimas Kanjeng disimpan. Tapi usaha itu menemui jalan buntu. Taat Pribadi tidak mau buka mulut.

“Pak Taat bilang, sampai kapan pun tak akan diberi tahu dimana uang itu disimpan. Karena uang itu milik umat,” kata Neshawati menirukan ucapan Taat Pribadi.

Dimas Kanjeng dan padepokannya jadi sorotan publik setelah dia ditangkap oleh petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim di Padepokan Dimas Kanjeng yang dipimpinnya di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis (22/9) lalu.

Oleh polisi, Dimas Kanjeng disangka mengotaki pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Selain itu, ia juga ditetapkan sebagai tersangka penipuan bermodus penggandaan uang. Diduga, korbannya puluhan ribu orang dengan total kerugian korban sekira ratusan miliar, bahkan bisa mencapai triliunan rupiah. (vin/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.