Debat Cagub-Cawagub DKI Sengit, Agus Yudhoyono Tak Ikut Lagi

oleh
Dua pasang Cagub-Cawagub DKI, Ahok-Djarot (kiri) dan Anies-Sandiaga (kanan) beradu argumen sengit dalam acar debat kandidat yang digelar salah stasiun televisi swasta nasional di Jakarta, Kamis (15/12) malam. Namun cagub nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (foto kanan) kembali tidak mau ikut dalam acara debat.
Sengit Tanpa Agus: Dua pasang Cagub-Cawagub DKI, Ahok-Djarot (kiri) dan Anies-Sandiaga (kanan) beradu argumen sengit dalam acar debat kandidat yang digelar salah stasiun televisi swasta nasional di Jakarta, Kamis (15/12) malam. Namun cagub nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (foto kanan) kembali tidak mau ikut dalam acara debat.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Meski tak dihadiri calon nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, debat kandidat Gubernur-Wagub DKI Jakarta yang digelar sebuah stasiun swasta nasional, Kamis (15/12) malam berlangsung semarak. Dalam debat itu, calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan, mematahkan argumentasi calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor 2, Djarot Saiful Hidayat, soal jumlah penduduk miskin di Jakarta.

Awalnya, Djarot menyampaikan bahwa tingkat kemiskinan di Jakarta paling rendah dibanding daerah lainnya.

“Kami hadir untuk melayani mereka yang masih miskin. Kita bayangkan, 531.000 anak kita dapat KJP dan sekarang mereka yang dapat KJP, kalau masuk perguruan tinggi kita kasih Rp 18 juta,” ujar Djarot.

Penjelasan ini ditepis Anies. Menurut Anies, jumlah penduduk miskin di Jakarta adalah 350.000 dengan penghasilan di bawah Rp 470.000 per bulan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini bahkan sempat mengutip pemberitaan tentang Jakarta yang masuk dalam daftar kota tidak berkualitas. Jakarta disebut hanya baik dalam sisi profit namun buruk dalam poin people dan planet.

“Begitu angkanya saya ubah menjadi Rp 1 juta, yang miskin menjadi 3,5 juta orang,” ujar Anies dalam program Rosi dan Kandidat Pemimpin Jakarta di Djakarta Theater, Kamis (15/12) malam.

Anies juga sempat menyinggung anggaran pendidikan dalam APBD DKI yang sangat besar. Namun, 35 persen anak di Jakarta tidak lulus SMA.

“Tidak bisa kami maafkan ini, maka kami harus berubah,” ujar Anies.

Sementara di bagian lain, Agus Yudhoyono yang tak mau ikut dalam debat ini memilih bertemu dengan warga keturunan Tionghoa di Cipete Utara.

Agus membeberkan alasannya enggan menghadiri acara debat itu karena bukan agenda resmi dari KPU DKI Jakarta. Debat resmi yang diselenggarakan KPU diagendakan tiga kali Januari dan Februari 2017.

Lebih jauh Agus mengomentari bahwa debat kandidat yang informal itu tidak berarti. Menurutnya, masyarakat tak nyaman dengan sesuatu yang tuidak bermakna bagi mereka.

“Rakyat akan lebih nyaman bersama calon pemimpinnya dibanding melihat sesuatu yang tak ada maknanya bagi mereka,” kata Agus saat ditemui di Cipete Utara, Kamis (15/12).

Makanya, Agus lebih memilih menyibukkan diri dengan masyarakat ketimbang mengikuti debat di media. Menurutnya, momen bertemu dengan warga adalah yang terbaik dan dia merasa nyaman dengan momen tersebut.

“Saya tak hadir, saya memilih menyibukkan diri bersama rakyat dan mendengar langsung aspirasi masyarakat,” ujar Agus. (kc/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.