GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Molornya pembangunan jalan bawah tanah (underpass) di Bundaran Satelit (Jalan Mayjend Sungkono menuju Jalan HR Muhammad) menunai kecaman dari Anggota Komisi C (pembangunnan) DPRD Surabaya, Vinsensius.
Vinsensius menuding DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur tidak serius dengan rencanannya itu. Sebab terlalu banyak alasan yang disampaikan terkait molornya pembangunan underpass.
“Saya meragukan komitmen REI dalam pembangunan jalan bawah tanah di Mayjend Sungkono,” tegas Vinsensius, Kamis (18/8/2016).
Berdasarkan catatan yang dimilikinya, beberapa alasan yang diutarakan diantaranya terkait masalah lahan, utilitas bawah tanah hingga soal dampak krisis ekonomi global.
“Kalau memang serius jalankan saja dengan dana yang sudah ada Rp 20 miliar itu. Kalau kurang kan bisa ngomong ke Pemkot biar dianggarkan di DPRD,” ujar Awey, sapaannya.
Rencana pembangunan underpass Mayjend Sungkono menuju Jalan HR. Muhammad sejatinya sudah direncanakan cukup lama. Bahkan pada tanggal 25 September 2015 sudah dilakukan prosesi peletakan batu pertama.
Proyek pembangunan underpass Satelit sepanjang 473 meter ini diperkirakan selesai dalam waktu dua tahun. Pembangunan underpass Bundaran Satelit ini dibiayai oleh pengembang.Total ada 20 investor yang ikut serta dalam proyek itu. (bmb/gbi)

