GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Hasil survey Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkait elektabilitas calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta jauh berbeda dengan riset yang dirilis sejumlah lembaga sebelumnya. Hasil survei LSI menunjukkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (AHok)-Djarot Siaful Hidayat masih kokoh mengungguli dua rivalnya meski tengah diterjang kasus dugaan penodaan agama.
Elektabilitas Ahok berada di angka 32,9 persen, masih mengungguli Agus Harimurti Yudhoyono cagub yang selalu berada di puncak dari hasil survei beberapa lembaga riset. Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono ini meraih 25,1 persen, sedikit di atas elektabilitas Anies Baswedan 23,2 persen.
Adapun 18,8 persen responden masih merahasiakan pilihannya. Populasi survei ini seluruh warga negara Indonesia di Provinsi DKI Jakarta yang memiliki hak pilih, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun. Survei dilakukan dari tanggal 3 Desember 2016 sampai 11 Desember 2016.
Jumlah sampel dalam survei terbaru LSI sebanyak 800 orang. Metode yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 3,5 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatapan muka. Quality control hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen.
Juru bicara pasangan Ahok-Djarot, Maruarar Sirait (Ara) sumringah menanggapi hasil survei LSI. Ia menyatakan kinerja Ahok yang menjadi alasan elektabilitas Ahok meningkat.
“Rakyat Jakarta adalah rakyat melek informasi, rakyat yang cerdas. Politik warga politik citizen. Kinerja menjadi pertimbangan utama. Jakarta terlalu besar diperhatikan untuk hal yang tidak berdasar,” ungkap Ara usai rilis survei LSI di Hotel Century Park Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (15/12).
Politisi PDI Perjuangan ini menyadari bahwa Ahok masih memiliki kekurangan dalam sopan santun. Namun, dia mengatakan saat ini Ahok telah berubah menjadi lebih baik.
“Saya kalau mengkritik Ahok itu objektif, jelek ya jelek, tetapi Ahok itu sportif. Ahok banyak berubah, lebih santun, sportif. Ahok bisa belajar dari Jokowi,” papar Ara.
Mesin partai dan kekuatan pendukung Ahok bersama Djarot pun dinilai Ara sudah berjalan. Ara juga mengapresiasi soal penggalangan dana yang sudah terkumpul.
“Mesin partai berjalan, pendukung juga makin bekerja efektif. Penggalangan dana baik, rumah Lembang ramai,” ujarnya.
Ahok saat ini sedang menjalani proses pengadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara soal dugaan penistaan agama. Menurut Ara, dia bersama tim tetap menghormati proses hukum.
“Hukum itu panglima, selama proses berjalan biarlah hakim yang mengambil keputusan tanpa boleh adanya intervensi bahkan oleh Presiden sekalipun. Lagipula tingkat kepercayaan warga kepada pengadilan cukup tinggi,” tutupnya. (dt/gbi)

