Donald Trump Sebut Mendiang Fidel Castro Sebagai Diktator Kejam

oleh

trump-dan-castroGLOBALINDO.CO, NEW YORK - Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump menyebut mendiang Fidel Castro sebagai diktator yang kejam. Pernyataan Donald Trump ini disampaikan setelah kematian Castro yang berusia 90 tahun itu diumumkan.

Trump yang akan resmi menjabat sebagai Presiden AS mulai Januari mendatang berharap warga Kuba akan lebih bebas di masa mendatang.

Seperti diketahui, Fidel Castro memimpin Kuba pada 1959 dan mengantarkan negara itu pada revolusi Komunis. Dia menentang Amerika Serikat selama beberapa dekade dan lolos dari beberapa rencana pembunuhan.

Para pendukung Castro mengatakan dia telah mengembalikan Kuba kepada rakyatnya. Tetapi sejumlah kalangan mengkritiknya sebagai diktator.

Saudaranya Raul, yang menggantikannya sebagai presiden, mengumumkan kematian Fidel Castro di stasiun televisi milik pemerintah pada Jumat malam.

“Ketika Kuba masih sebuah pulau totaliter, harapan saya bahwa hari ini menandakan sebuah pergantian dari sesuatu yang mengerikan yang berlangsung terlalu lama dan melangkah menuju masa depan warga Kuba yang indah dalam kebebasan yang layak mereka dapatkan,” kata Donald Trump.

Amerika Serikat memutuskan hubungan dengan Kuba pada 1961 di tengah meningkatnya suhu politik Perang Dingin dan memberlakukan embargo ekonomi yang ketat selama lebih dari setengah abad.

Di masa pemerintahan Barack Obama, hubungan kedua negara membaik dan hubungan diplomatik dipulihkan pada 2015.

Trump beberapa kali mengkritik kebijakan Obama dalam masa kampanye pemilihan presiden tetapi dalam keterangannya dia menyebutkan bahwa pemerintahannya akan melakukan semua sesuai kemampuannya untuk memastikan warga Kuba dapat memulai perjalanan mereka menuju kesejahteraan dan kebebasan.

Fidel Castro merupakan pemimpin yang paling lama berkuasa pada abad 20 ini dan bukan berasal dari kalangan kerajaan. Dia telah pensiun dari kehidupan politik selama beberapa tahun setelah menyerahkan kekuasaan kepada saudara laki-lakinya pada 2006 setelah menderita sejumlah penyakit.

Jenazah Fidel Castro akan dikremasi pada Sabtu dalam upacara tertutup di Havana dan masa berkabung akan berlangsung sampai 4 Desember, setelah abunya ditaruh di bagian selatan kota Santiago.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.