DPC PDI-P Solid Usung Whisnu Sakti Buana dalam Pilwali Surabaya

oleh
Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (kanan) saat menerima penghargaan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Meski pemilihan Wali Kota Surabaya, baru dilaksanakan pada 2020 mendatang ternyata sejumlah nama mulai bermunculan. Sedikitnya ada tiga nama yang diprediksi bakal maju untuk menggantikan posisi Tri Rismaharini tersebut.

Nama pertama yang terus mengemuka adalah Whisnu Sakti Buana. Mencuatnya nama Whisnu Sakti tentu tidak mengherankan mengingat posisinya saat ini menjadi Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDI-P Surabaya.

Nama kedua yang muncul adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi disusul satu Tim Sukses Khofifah Indar Parawansa pada Pilgub Jatim, Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans).

Banyak yang memprediksi salah satu Pengasuh PP Darul Ulum, Rejoso, Jombang, itu bakal didukung Khofifah. Sementara Eri Cahyadi, santer dikabarkan menjadi ‘jago’ Tri Rismaharini yang notabene juga diusung oleh PDI-P saat menjadi wali kota.

Namun, dari ketiga nama yang muncul peluang Whisnu Sakti Buana diprediksi yang paling besar. Salah satu pertimbangannya PDI-P meraup kursi terbanyak dalam pemilihan legislatif (Pileg) kemarin.

DPC PDI-P Surabaya sendiri mengklaim sudah solid untuk menghadapi Pilwali 2020 yang diprediksi bakal berlangsung seru. PID-P Surabaya juga sudah sering melakukan konsolidasi di tingkat pengurus anak cabang (PAC) kecamatan dan juga ranting di kelurahan.

Dengan mendapat 15 kursi di DPRD Surabaya, PDI-P bisa memunculkan calon sendiri. Sebab, sudah memenuhi syarat 20 persen dari jumlah suara yang ada.

Meski demikian PDIP tidak menutup bakal melakukan koalisi dengan partai lain. Sehingga tidak menutup kemungkinan tidak maju sendirian pada pilwali tahun depan.

Sekretaris DPC PDIP Surabaya Saifuddin Zuhri menyatakan meskipun sedang tidak ada hajatan politik PDI-P Surabaya sudah solid. “Kita sering melakukan konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput di PAC dan juga ranting,” terangnya.

Karena itu, dia beranggapan PDIP Surabaya sudah sangat siap menghadapi pilkada 2020 nanti. Apalagi pihaknya merupakan incumbent dalam 20 tahun atau empat periode pilkada di Surabaya terakhir ini.

Dalam waktu dekat ini antara bulan Agustus atau Oktober pihaknya bakal melakukan rapat kerja khusus. Di mana dalam rakersus tersebut akan dihadiri semua pengurus tingkat kecamatan dan juga kelurahan.

“Di sana nanti akan resmi kami putuskan siapa calon yang bakal diusung,” beber Ipuk, sapaanya.

Sementara ini, kata dia, dirinya tidak menampik bakal mengusung ketua DPC PDIP Surabaya Wisnu Sakti Buana sebagai calon. Karena selain sebagai ketua Wisnu juga saat ini menjabat sebagai wakil wali kota Surabaya mendampingi Tri Rismaharini.

“Beliau kader terbaik dan sudah berpengalaman. Sehingga bisa membawa Surabaya nanti bisa lebih baik lagi dari sekarang,” terang Ketua Komisi C DPRD Surabaya ini.

Namun, ujarnya, soal keputusan siapa yang bakal direkom menurutnya semua nanti bakal menjadi kewenangan dari DPP PDIP. “Pusat semua yang nanti akan menentukan. Termasuk melakukan fit and propper test,” pungkas Ipuk. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.