Dukun ‘Pengganda Uang’ Ini Akui Bunuh 3 Orang

oleh
Tim Inafis dan Dokpol Polres Batang membongkar lokasi penguburan salah satu korban pembunuhan dukun pengganda uang, Muslimin di tengah areal perkebunan sengon di Dukuh Kertosari, Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, Pekalongan.

 

GLOBALINDO.CO, BATANG – Pengakuan mengejutkan terlontar dari dukun ‘pengganda uang’ asal Batang, Jawa tengah, Muslimin (45). Pria yang menipu korban bisa menggandakan uang akhirnya mengaku sudah membunuh tiga orang.

“Ya, (saya bunuh) 3 orang itu. Ya karena ingin mengambil uang dan motor mereka,” ujar Muslimin dengan nada datar, Senin (18/12).

Ia mengaku membunuh Slamet atau Sugeng karena ingin menguasai uang milik majikanya tersebut sebesar Rp 140 juta. Sedangkan korban Restu Novianto (37) warga Plelen Lor, Gringsing, dibunuh karena pelaku ingin menguasai sepeda motor milik korban.

Alasan serupa juga melatari perbuatan keji Muslimin membunuh Muhamad Luthfi Abdilah bin Sopiyan (26) warga Desa Gondang, Cepiring Kendal. Selain ingin memiliki motor Luthfi, pelaku juga kesal karena kroban menagih utang Rp 700 ribu kepadanya.

“Saya melakukan (pembunuhan dan perampasan) karena tidak bekerja,” ucapnya.

Pengakuan tersebut berbeda dengan saat dia diperiksa penyidik Mapolres Batang pada Selasa (12/12) lalu. Saat itu, tersangka mengaku hanya melakukan pembunuhan pada satu orang saja.

“Ini baru satu orang Pak,” kata Muslimin di Mapolres Batang, Selasa (12/12).

Namun polisi menemukan fakta berbeda. Hasil penyidikan menemukan dua korban pembunuhan lainnya.

Kasatreskrim Polres Batang, AKP Eko Murido mengatakan bahwa pelaku kerap tidak konsisten dalam memeberikan pernyataan. Hingga kini polisi masih melakukan pemeriksaan pada pelaku maupun saksi-saksi guna mengungkap tindak pembunuhan yang dilakukan pelaku. (dt/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *