GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Tugas berat menanti Edi Rahmat pasca terpilih sebagai Ketua DPC Hanura Kota Surabaya dalam Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub). Edi diminta menyatukan seluruh elemen yang ada di Hanura.
Ditemui usai Muscablub, Edi berjanji akan merangkul semua pihak yang ada di Hanura. Sesuai pesan DPP, dirinya diminta merangkul semua kader, termasuk yang berseberangan untuk bersama-sama membesarkan partai.
“Mari kembali ke garis partai. Jangan lagi berfikir tentang personal. Tetapi bagaimana membesarkan partai ini sesuai hati nurani,” ujar Edi Rahmat, Rabu (14/12/2016).
Edi mengakui masih ada pihak-pihak yang tidak senang atas keputusan tersebut. Meski begitu, pihaknya tidak khawatir.
Meski demikian, ia tidak akan menutup diri terhadap pihak-pihak yang telah berseberangan dengannya selama ini. Ia pun juga mengaku tidak akan memberikan sanksi-sanksi.
“Kita tetap memberikan kesempatan. Tidak ada sanksi. Kami akan panggil mereka kita bicarakan dulu,” terangnya.
Edi mengungkapkan, penyelenggaraan Muscablub hati ini atas rekomendasi dari DPP Hanura. Rekomendasi itu muncul terkait dengan kasus hukum yang membelit Ketua DPC Hanura Surabaya Whisnu Whardhana (WW).
“Sesuai AD/ART, bila ketua berhalangan tetap, maka bisa dilakukan Muscablub,” jelasnya.
Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya ini menambahkan bahwa saat ini pihaknya hanya fokus dalam menghadapi verifikasi KPU pada maret tahun depan.
“Kami sedang dalam target untuk verifikasi partai oleh KPU maret nanti,” imbuhnya.
Untuk diketahui, sebanyak 22 Pengurus Anak Cabang (PAC) dari total 31 PAC di Surabaya secara bulat menunjuk Edi Rachmat memimpin DPC Hanura Surabaya hingga 2021 mendatang. Hal tersebut nampak dalam hasil Muscablub partai Hanura.
Dalam Muscablub tersebut ini sekaligus mengakhiri tugas kepengurusan Wisnu Wardhana yang berhalangan tetap karena persoalan hukum. (bmb/gbi)

