GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) terus menggerus popularitas dan elektabilitas calon petahana Basuki Tjahaja Purnama dalam bursa bakal kandidat Gubernur DKI Jakarta 2017. Dalam survei terbaru, tingkat keterpilihan Risma merangkak naik di angka 26,5 persen, sedangkan Ahok melorot di kisaran 48,2 persen.
Hasil survei ini dirilis Populi Center. Tingkat keterpilihan dua kepala daerah itu dalam simulasi persaingan empat tokoh yang disodorkan kepada responden. Menyusul di bawah dua kepala daerah tadi yakni bakal cagub dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno 9,2 persen, dan Yusril Ihza Mahendra 7 persen.
“Untuk elektabilitas 3 tokoh, apabila Ahok, Risma, dan Sandiaga Uno bertarung di Pilkada DKI 2017, Ahok untuk sementara masih mengungguli elektabilitas 3 tokoh tersebut dengan persentase 50,2 persen, kemudian Risma (27,2 persen) dan Sandi (11,5 persen),” papar peneliti Populi Center Nona Evita.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Daerah yang akrab disapa Ahok ini nampak tak terlalu merisaukannya. Mantan Bupati Belitung Timur ini juga mempersilakan kepala daerah yang berprestasi untuk bersaing di Pilgub DKI Jakarta 2017 untuk membenahi ibukota.
“Ini namanya pendidikan politik, dari dulu harusnya semua yang mau ngadu di Jakarta datang, sehingga Jakarta kan ibu kota, dia harus dapat 50%+1 supaya dapat yang terbaik dari yang terbaik,” jelas Ahok.
Ahok bahkan mempersilakan masyarakat Jakarta untuk tak memilihnya jika ada calon yang lebih baik. “Saya sudah bilang, kalau ada yang lebih baik dari saya, lebih jujur dari saya, lebih cepat dari saya, jangan pilih saya, pilih yang lebih hebat dong,” cetusnya. (gbi)

