Golkar Mencari Pengganti Setya Novanto

oleh
Jajaran Ketua umum Partai Golkar.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA - Pascapenangkapan dan penahanan Setya Novanto oleh KPK, DPP Partai Golkar langsung menggelar pertemuan untuk mencari sosok pengganti Setya Novanto. Hingga Selasa (21/11/2017) ini masih digodok 3 skenario pergantian pucuk pimpinan Golkar.

Ketiga skenario itu ialah menonaktifkan Setya Novanto, menunjuk pemimpin sementara Partai Golkar, serta mendorong digelarnya musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) dengan mengumpulkan minimal 25 tanda tangan ketua DPD I Golkar.

“Bisa kurang dari tiga atau lebih dari tiga. Banyak variannya,” kata Wasekjen Korbid Kepartaian Golkar, M. Sarmuji.

(Baca Juga: Jusuf Kalla Desak Golkar Segera Ganti Posisi Ketua Umum)

Menurut Sarmuji, tiga opsi tersebut akan didiskusikan dalam pleno nanti. Semuanya masih memiliki peluang yang sama kuat.

“Iya, apakah Sekjen jadi Plt, apakah munaslub atau tidak. Semua terbuka. Atau tadi yang seperti Anda sampaikan. Semua wacana yang anda sampaikan terbuka untuk didiskusikan,” terang Sarmuji.

Akan ada adu kuat antara para loyalis Novanto dengan yang menginginkan perubahan di Golkar. Para loyalis Novanto akan mendorong Idrus menjadi Plt Ketum Golkar. Sementara kubu seberang ingin agar kepemimpinan sementara Golkar tetap dipegang Nurdin Halid dan Idrus.

Rapat akan digelar di kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, siang ini pukul 13.00 WIB. Rapat akan dihadiri fungsionaris DPP Golkar dan membahas langkah Golkar setelah Novanto ditahan KPK terkait kasus dugaan korupsi e-KTP.

“Jadi mungkin akan dibahas posisi partai saat ini yang berhubungan dengan Ketum. Jadi setelah ketum ditahan, apa langkah yang mau diambil oleh Partai Golkar. Terutama menyangkut posisi Ketum,” kata Sarmuji.

Di sisi lain, Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) berharap sosok Plt Ketua Umum Partai Golkar yang dipilih bukanlah orang dekat Setya Novanto. Dengan begitu, semangat perubahan akan terasa di tubuh Partai Golkar.

“Jangan yang jadi Plt adalah orang yang juga dikenal oleh publik dekat dengan Setya Novanto atau yang ikut bahkan terdepan melindunginya selama ini. Apalagi orang itu jadi Ketua Umum pula, cilaka lagi buat Golkar,” kata Ketua GMPG, Ahmad Doli Kurnia.

Kalau itu yang terjadi, lanjut Doli, maka citra permisif dan lekat dengan isu korupsi masih tetap ada pada Partai Golkar.

Tidak akan ada artinya pergantian ketua umum bila tak ada perubahan.

“Mubazir dan sia-sia. Hal ini penting untuk menjadi catatan bagi semua warga Golkar, demi menyelamatkan dan menjaga masa depan partai,” ucap Doli.

Doli pun berharap Plt ketua umum yang terpilih bisa segera menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa untuk memilih ketua umum definitif.(dtc/kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.