GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Bahaya gempa bumi menduduki rangking teratas kerawanan yang harus diwaspadai semua pihak, khususnya masyarakat yang berada di wilayah paling rawan terpapar. Data Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, hanya di bulan Desember 2016 saja, sudah terjadi tujuh kali gempa di berbagai daerah, lima di antaranya masuk kategori besar atau di atas 5,0 skala richter.
Ketujuh gempa itu dimulai pada 2 Desember 2016. Terjadi di 96 kilometer Tenggara Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat dengan kekuatan 5,0 SR. Gempa terjadi di kedalaman 12 kilometer. Tidak ada laporan kerusakan.
Berikutnya terjadi pada 3 Desember. Di 184 kilometer Barat laut Maluku Tenggara. Kekuatan gempa tercatat 5,0 SR terjadi di kedalaman 171 kilometer. Tidak ada kerusakan dilaporkan.
Selanjutnya pada 4 Desember, terjadi di 110 kilometer Kepulauan Talaud Sulawesi utara dengan kekuatan 5,6 SR di kedalaman 124 kilometer. Tidak ada laporan kerusakan akibat gempa ini.
Lalu, pada 5 Desember, gempa terjadi di 120 kilometer Flores Timur Nusa Tenggara Timur dengan kekuatan 6,4 SR di kedalaman 524 kilometer. Tidak ada laporan kerusakan.
Baru berikutnya terjadi pada Rabu, 7 Desember 2016. Di hari ini, gempa besar secara beruntun terjadi tiga kali. Masing-masing yakni, di Kabupaten Pidie Jaya Aceh dengan kekuatan 6,5 SR di kedalaman 10 kilometer. Gempa ini merusak ratusan rumah dan menewaskan setidaknya 99 orang hingga Kamis, 8 Desember 2016, sesuai laporan terakhir pukul 06.00 WIB.
Gempa berikutnya terjadi di Pulau Seram Bagian Barat Maluku dengan kekuatan 5,3 SR di kedalaman 10 kilometer. Gempa ini terjadi pada pukul 20.42 WIB.
Terakhir gempa terjadi kembali di Kabupaten Aceh Besar dengan kekuatan 5,0 SR di kedalaman 10 kilometer. Gempa ini tercatat terjadi pada pukul 23.05 WIB. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa ini.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Secara keseluruhan ada 148 juta orang Indonesia yang tinggal di jalur rawan gempa.
Ini membahayakan. Apalagi mayoritas warga belum memiliki kesadaran bencana yang memadai. (Baca: Waspada, 157 Juta Penduduk Indonesia Resiko Terdampak Gempa).
Salah satunya adalah rendahnya keinginan untuk membuat bangunan tahan gempa. Karena itulah, Sutopo mengingatkan pemerintah untuk melarang adanya pemukiman lagi di daerah jalur gempa.
“(Harusnya) Jalur sesar (patahan) gempa jangan dibuat permukiman,” kata Sutopo. (vin/gbi)

