GLOBALINDO.CO, BANDUNG - Aksi penusukan brutal menggunakan pisau dapur sedang marak terjadi. Aksi penusukan brutal ini bisa menjadi bola salju dan menghantui seluruh wilayah Indonesia jika tidak ditangani dengan tepat.
Tak berselang lama dari aksi penusukan brutal di Nusa Tenggara Timur (NTT), aksi serupa terjadi di Bandung. Seorang pemuda bernama Aziz Ghozri (19) warga Kampung Dusun Kondang, Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dibekuk aparat Polsek Bandung Kulon karena menusuk delapan orang di Jalan Batureungat, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Selasa (13/12/2016) malam, hingga seorang di antaranya tewas.
“Pelaku ini menyerang para korbannya dengan menggunakan pisau dapur,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, Rabu (14/12/2016).
Korban tewas berinisial AOS (51) mengalami dua luka tusuk pada dada kiri serta luka tusuk bahu kanan atas. Adapun tujuh orang lain mengalami luka-luka.
Polisi mengamankan barang bukti berupa tiga pisau dapur yang diduga digunakan pelaku.
Hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mencari motif pelaku melukai 8 orang.
“Untuk motif pelaku melakukan penyerangan saat ini sedang dalam pendalaman jajaran kami,” kata Yusri.
Sebelumnya, seorang pria menyerang siswa SDN 1 Sabu Barat, Sabu Raijua, NTT. Pelaku berinisial I (32) itu tewas karena diamuk massa.
Pelaku diketahui adalah seorang perantau asal Bekasi, Jawa Barat yang berprofesi sebagai pedagang baju keliling. Pelaku melakukan penyerangan sehingga menyebabkan setidaknya 7 siswa mengalami luka dan tengah menjalani perawatan di Puskesmas Seba, Sabu Raijua, NTT.
Polisi pun memberi perhatian khusus berkaitan dengan kejadian tersebut.
“Semua masalah mesti ditangani dengan serius. Bila tidak, akan bisa muncul implikasi yang tidak diinginkan di mana pun peristiwa itu terjadi,” kata Karo Penmas Mabes Polri, Kombes Pol Rikwanto.
“Untuk kasus di Bandung dan di NTT tidak ada hubungannya,” ujar Rikwanto.(kcm/dtc/ziz)

