
GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Koalisi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional mengumumkan bakal calon gubernur yang mereka usung di lima Pilkada 2018. Keputusan koalisi tiga parpol ini membuat Deddy Mizwar gagal menggaet mitra politik untuk melengkapi dukungan untuknya yang sudah diperoleh dari Partai Demokrat.
Koalisi tiga parpol ini mendukung Sudrajat berpasangan dengan Ahmad Syaikhu sebagai Bacagub-Bacawagub Jabar 2018.
“Pertama di Jawa Barat, pasangan Mayjen Sudrajat sebagai gubernur dan Ahmad Syaikhu sebagai calon wakil gubernur,” kata Presiden PKS Shohibul Iman dalam oengumuman lima bakal cagub dari koalisi tiga parpol ini disampaikan di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (27/12).
Sohibul menyatkan, kelima bakal cagub merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koalisi dengan Gerindra dan PAN di DPP PKS hari Minggu lalu.
“Pada hari ini kami akan menyampaikan nama cagub dan cawagub yang kami sepakati bersama-sama,” ujar Sohibul.
Sebelum resmi mengalihkan dukungan ke Sudrajat, PKS telah menyatakan akan mengusung Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu bersama Partai Demokrat. Terkait hal itu, Shohibul sudah menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Partai Demokrat dan Deddy Mizwar.
“Terima kasih kepada Partai Demokrat, Deddy Mizwar, kami tidak bisa bersama,” kata Shohibul.
Sohibul merasa lega dengan jawaban Deddy yang menyikapi dengan sangat dewasa dan pengertian bahwa politik sangat dinamis. Deddy menurutnya juga memahami bahwa setiap parpol memiliki kalkulasi masing-masing dalam menentukan pilihan.
“Saya juga telepon langsung Pak Demiz (Deddy Mizwar) dan Pak Syaikhu. Pak Demiz saya telepon dan saya sampaikan juga keputusan PKS terkait pilihan kami kepada Pak Sudrajat dan Pak Syaikhu,” ujarnya.
Selain, Sudrajat-Syaikhu di Pilkada Jabar, empat cagub di pilkada lain yang diusung koalisi tiga parpol ini yakni Pangkostrad TNI Letjen Edy Rahmayadi sebagai bakal cagub Sumatera Utara berpasangan dengan bakal cawagub Musa Rajekshah.
Ketiga, Isran Noor sebagai bakal cagub Kalimatan Timur berpasangan dengan bakal cawagub Hadi Mulyadi. Keempat, Muhammad Kasuba sebagai bakal cagub Maluku Utara berpasangan dengan bakal cawagub Majid Husain.
“Terakhir, Bapak Sudirman yang sampai hari ini belum ada pasangannya Wakil Gubernurnya. Beliau adalah cagub provinsi Jawa Tengah,” kata Sohibul.
Untuk pasangan di Pilkada Jatim akan disampaikan pada awal tahun 2018. Hal itu dilakukan karena ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
“Jawa Timur akan dipending sampai tahun baru,” ujar Sohibul.
Pengumuman lima pasang calon di lima pilkada ini dihadiri sejumlah tokoh politik, di antaranya Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Rachmawati Soekarnoputri, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso, hingga pengacara Eggy Sudjana.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga meminta maaf kepada sejumlah kader Gerindra bila keputusan partai dianggap mengecewakan karena tidak mengusung kader sendiri di pemilihan kepala daerah.
“Kami belajar demokrasi. Demokrasi tidak mudah, kita harus kompromi kadang kita mengecewakan kader-kader sendiri,” kata rival Joko Widodo dalam Pilpres 2014 ini.
Prabowo mengaku banyak pihak yang kecewa dengan pilihan partai. “Saya memakai kesempatan ini untuk minta maaf kami terpaksa ambil keputusan yang terbaik dari yang mungkin, mungkin mengecewakan banyak pihak. Ada yang tidak puas dengan Gerindra,” katanya. (kc/gin)

