GLOBALINDO.CO, JAKARTA - Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, akhirnya mengakui telah meminta Dirut Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Djarot Kusumayakti untuk mengimpor gula. Hal ini sesuai dengan permintaan bos CV Semesta Berjaya Xaveriandi Sutanto dan istrinya Memi yang memberikan suap Rp 100 juta kepada Irman.
“Karena beliau (Memi) kan sudah mengajukan sejumlah gula melalui distribusi ke Sumbar, tapi belum terlaksana. Saya bilang oke, nanti saya hubungi (Perum Bulog). Jadi keinginan saya bagaimana rakyat mendapat harga wajar melalui intervensi bulog,” ujar Irman saat bersaksi di sidang terdakwa Xaveriandy dan Memi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (22/11).
Irman beralasan mendukung Memi karena ia tahu CV Semesta Berjata berpengalaman sebagai distributor gula di Sumbar. Namun Irman bersikukuh membantah jika intervensinya kepada Dirut Bulog itu terkait duit Rp 100 juta yang dia terima dari kedua terdakwa. (Baca: Berkelit Bingkisan Suap Dikira Oleh-oleh, Hakim Minta Irman Jujur).
Ia mengatakan, permintaan kepada Djarot itu karena adanya kelangkaan gula yang terjadi di Sumatera Barat. Meskipun, informasi kelangkaan gula di Sumbar dan permintaan ke Perum Bulog untuk melakukan impor memang berdasar usulan Memi.
“Ibu Meme (Memi) kirim pesan singkat mau ketemu dan menyampaikan adanya persoalan kelangkaan gula di Sumbar pada masa lebaran, karena harga melonjak tinggi sekali,” kata Irman.
Tersangka penerima suap terkait impor gula itu mengaku tidak pernah bertemu dengan Memi. Informasi dan permintaan dari Memi disampaikan melalui pesan singkat (sms).
Memi menghubungi dirinya lantaran mengetahui Irman berasal dari daerah pemilihan Sumbar. “Dia (Memi) merasa saya kan wakil daerah Sumbar. Beliau menyampaikan aspirasi bagaimana mengatasi kelangkaan gula di sana,” ujarnya.
Dalam Dakwaan Jaksa KPK, Memi dan Xaveriandi Sutanto didakwa menyuap Ketua DPD RI Irman Gusman Rp 100 juta supaya Irman mengupayakan Perum Bulog menjual gula Impor ke CV Semesta Berjaya. (vin/gbi)

