GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Sejumlah menteri ramai-ramai membentengi Presiden Joko Widodo dari derasnya gunjingan publik yang menyoal kewarganegaraan ganda Arcanda Tahar sampai diangkat sebagai Menteri ESDM dan resmi dipecat mulai hari ini, Selasa (16/8). Mereka menyebut pihak Presiden Jokowi tidak tahu soal paspor Amerika Serikat (AS) merasa dikelabui oleh Arcandra yang datang istana dengan paspor Indonesia.
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Arcandra tidak pernah memberi tahu kepada Presiden Jokowi maupun pihak Istana soal kepemilikan paspor AS. Luhut sendiri mengaku baru tahu setelah kabar tersebut merebak di masyarakat.
“Enggak (dikasih tahu saya). Kalau ke Presiden, setahu saya tidak,” kata Luhut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8).
Pertemuannya dengan Arcandra, yang direncanakan Selasa siang tadi, batal dilakukan. Karena itu, Luhut belum bisa menjabarkan apa saja yang akan dijalankan sampai ada menteri ESDM definitif.
Mantan Menko Polhukam ini enggan menjawab kritikan bahwa Istana tidak teliti dalam memilih dan memberi informasi kepada Presiden. (Baca: Luhut Panjaitan Ngamuk Dituduh Jadi Perantara Arcandra Tahar ke Presiden).
“Enggak tahu saya. Pokoknya bukan saya yang berikan,” pungkas Luhut.
Penjelasan Luhut tadi diperkuat Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Ia menepis tudingan bahwa pihaknya kecolongan tak mengetahui kewarganegaraan mantan menteri ESDM Arcandra Tahar. Yasonna mengatakan Arcandra datang ke tanah air dengan paspor Indonesia, bukan Amerika.
“No no no, pakai paspor Indonesia. Bukan (kecolongan), ya itu kenyataannya begitu, masuk ke Indonesia dengan paspor Indonesia,” ucap Yasonna usai menghadiri sidang paripurna di gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/8).
Yasonna mengatakan status Arcandra sebagai WNI yang sudah beralih kewarganegaraan menjadi warga Amerika Serikat masih diperdebatkan. “Ya itu kewarganegaraan AS-nya, prosedur warga negara AS-nya seperti apa. Ini kan macam-macam, ada yang menganggap stateless (tidak memiliki kewarganegaraan), ada yang menilai lain,” ujarnya.
Saat ini, Kemenkum HAM terutama Ditjen Imigrasi akan mengklarifikasi soal kewarganegaraan itu kepada Arcandra, meski yang bersangkutan sudah tak lagi menjadi menteri. Perlu penegasan soal kewarganegaraan Arcandra.
“Kalau itu kan paspornya saya sudah bilang ada (paspor Amerika). Itu bagaimana penyelesaian kewarganegaraannya sedang kita bahas,” ucap menteri asal PDI Perjuangan ini.
Presiden Jokowi telah memberhentikan dengan hormat Menteri ESDM Arcandra Tahar, Senin 15 Agustus 2016 malam. Arcandra diberhentikan karena memegang kewarganegaraan ganda yakni Indonesia dan Amerika Serikat. Untuk sementara Kementerian ESDM dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan. (Baca: Kewarganegaraan Ganda, Menteri ESDM Arcandra Tahar Dipecat). (gbi)

