Jalur Puncak II Segera Terwujud Menjadi Kawasan Wisata Terpadu

oleh
ilustrasi
ilustrasi

GLOBALINDO.CO, BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor membuka pintu kepada para investor untuk mengembangkan kawasan yang akan menjadi jalur Puncak II. Bupati Bogor, Nurhayanti, menegaskan telah mengalokasikan lahan seluas 95 hektare di Kecamatan Tanjungsari untuk sektor pariwisata.

“Akan mewujudkan menjadi kawasan taman wisata terpadu, dari resor agrowisata, cottage, hingga area komersial,” tutur Nurhayanti, akhir pekan lalu.

Dia menerangkan, lahan yang disiapkan sudah berdasarkan hasil studi kelayakan. Dia menyebutkan lahan yang telah disediakan masih alami dan asri lengkap dengan aliran Sungai Cibeet yang memiliki air terjun Curug Nyalindung dan Cilose. “Eksotis karena masih banyak hewan liar dan rusa dan beberapa hewan lain menjadi ikon di Tanjungsari,” ujar dia.

Agar investor dalam negeri ataupun luar negeri tertarik menanamkan modal di kawasan Tanjungsari, Nurhayanti memberi insentif berupa sejumlah fasilitas penunjang, seperti infrastruktur jalan dan kemudahan perizinan. “Kami berkomitmen memberikan keamanan investasi, menyediakan kemudahan usaha dengan pelayanan perizinan online, serta kemudahan informasi potensi investasi,” ungkap dia.

Bahkan, untuk pengembangan wilayah yang lokasinya berada di timur laut Kabupaten Bogor serta berbatasan dengan Kota Bunga Cianjur dan Kabupaten Bekasi, pihaknya sedang membangun jalan Poros Tengah Timur, atau lebih dikenal sebagai jalur Puncak II.

Jalur Puncak II, Nurhayanti menambahkan, merupakan alternatif untuk mengurangi kemacetan di jalur Puncak (Ciawi-Megamendung-Cisarua-Puncak-Cianjur). Pembangunannya akan dibagi dalam dua segmen yang dimulai dengan Sentul-Istana Cipanas sepanjang 35,7 kilometer.

Adapun tahap kedua akan dibangun jalan sepanjang 20,55 kilometer dari Sukamakmur menuju Cariu, Bekasi, dan Karawang. “Jadi, keseluruhan jalur 56,25 kilometer,” kata dia.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bogor, Sarifah Sofiyah, mengatakan semua program pembangunan yang akan dilakukan di Kabupaten Bogor sudah dilaporkan ke Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek. “Pembangunan setiap kota di Jabodetabek harus sinkron antara kota yang satu dan yang lain,” kata dia.

, Agus Chandra, menilai pembangunan kawasan obyek wisata baru bisa menggerakkan pariwisata di jalur Puncak yang dianggapnya sudah jenuh. Dia berharap janji pemerintah untuk memberi insentif dan penyediaan fasilitas berupa infrastruktur ditepati.

“Jangan sampai seperti di kawasan Puncak yang pengusahanya belum diberikan kepastian hukum yang jelas, sehingga menjadi tidak sehat,” kata dia.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Edi Suganda Wibawa, berharap dibukanya pintu investasi di Tanjungsari harus dibarengi dengan peningkatan pembangunan infrastruktur, sehingga menarik minat pemodal dan wisatawan. “Masih banyak potensi wisata Bogor yang belum tergali,” ujar dia. (tm/nh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.