GLOBALINDO.CO, TEMANGGUNG – Hampir setiap tahunnya, harga sapi potong selalu sulit dikendalikan menjelang Hari Raya Idul Adha. Mendekati Hari Raya Kurban 1437 Hijriah, harga sapi potong merangkak naik antara Rp 400 ribu dan Rp 500 ribu per ekor.
Dengan kenaikan itu, harga sapi di pasar dengan bobot sedang rata-rata di kisaran Rp 18 juta per ekor.
“Harga tersebut naik antara Rp 400 ribu dan Rp 500 ribu per ekor dari sebelumnya. Mungkin karena menjelang Hari Raya Idul Adha,” ujar Sofyan, pedagang sapi di Pasar Hewan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Namun, penjualan daging sapi masih belum menunjukkan peningkatan.
Menurut Sofyan, hal itu dipengaruhi kondisi panen tembakau di Temanggung yang cenderung kurang bagus. ”Biasanya memasuki 10 hari menjelang Idul Adha, permintaan sapi sudah mulai banyak. Sekarang sudah memasuki H-6 masih sepi,” ujar Sofyan.
Keluhan juga disampaikan Tofa, pedagang lainnya. Saat ini baru satu-dua orang saja yang sudah memesan “Biasanya tahun-tahun sebelumnya sudah banyak pesanan. Harga kambing malah cenderung turun dari kisaran Rp 2 juta per ekor menjadi Rp1,7 juta per ekor,” terangnya.
Sebaliknya di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mendekati Idul Adha tingkat penjualan hewan kurban mulai meningkat. Sejumlah pedagang mengaku tingkat penjualan sudah mencapai 70%. Ichwan Hamid, pedagang hewan kurban sapi di Jalan Pajagalan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, mengatakan saat ini penjualan sapi sudah mencapai 70%.
Di Karawang, karena maraknya pedagang hewan kurban, Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan setempat menerjunkan sedikitnya 300 petugas pengawas hewan kurban. Mereka akan mengecek kesehatan hewan kurban di lapak-lapak yang tersebar di 30 kecamatan. (mol/gbi)

