Jumlah Korban Tewas Banjir Garut Jadi 20 Orang, 14 Lainnya Hilang

oleh
Kondisi perkampungan di Kabupaten Garut yang digenangi air bercampur lumpur usai diterjang banjir bandang, Selasa (20/9) malam.
Kondisi  perkampungan di Kabupaten Garut yang digenangi air bercampur lumpur usai diterjang banjir bandang, Selasa (20/9) malam.
Kondisi perkampungan di Kabupaten Garut yang digenangi air bercampur lumpur usai diterjang banjir bandang, Selasa (20/9) malam.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA - Jumlah korban tewas bencana banjir bandang di Garut, Jawa Barat, kini menjadi 20 orang. Sementara 14 lainnya masih hilang.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, menyebutkan, dari jumlah korban itu sembilan di antaranya adalah anak. Sedangkan empat anak berstatus hilang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, petugas terus mengidentifikasi jenazah korban. Masih ada enam jasad yang belum teridentifikasi.

“Saat ini pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan, dan masyarakat,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/9).

Akibat bencana ini, ratusan orang kehilangan tempat tinggal. Mereka kini ditampung di Markas Komando Resor Militer (Korem) 062/Tarumanegara yang difungsikan sebagai pos pengungsian, pos komando. Dapur umum telah didirikan BPBD di tempat ini.

“Bupati Garut menunjuk Dandim (Komandan Kodim) sebagai komandan tanggap darurat,” ujar Sutopo. Kebutuhan mendesak saat ini adalah dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat, beras serta paket makanan.

Bencana banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Garut, Selasa (20/9) malam menyebabkan banyak korban jiwa dan orang hilang serta rumah warga yang rusak parah. Data BPBD Garut menyebut, sejauh ini, sudah 20 orang tewas dan 14 lainnya masih hilang.
Bencana banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Garut, Selasa (20/9) malam menyebabkan banyak korban jiwa dan orang hilang serta rumah warga yang rusak parah. Data BPBD Garut menyebut, sejauh ini, sudah 20 orang tewas dan 14 lainnya masih hilang.

Masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor. Pasalnya, hujan diperkirakan akan terus meningkat hingga puncaknya Januari 2017.

Sutopo mengatakan, La Nina dan hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan hujan melimpah, lebih besar dari normalnya sehingga dapat memicu banjir dan longsor.

Di Garut, banjir bandang yang terjadi dipicu hujan deras sejak pukul 19.00 WIB kemarin. Curah hujan tinggi menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik cepat. Pukul 20.00 WIB banjir setinggi lutut kemudian sekitar jam 23.00 WIB banjir setinggi 1,5 - 2 meter. Saat ini sebagian banjir sudah surut.

“Ini (banjir) menunjukkan kondisi hulu daerah aliran Sungai Cimanuk sudah rusak dan kritis,” kata Sutopo. (cni/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.