Kasatpol PP Persilakan Pedagang Buah Tanjungsari Lapor Komnas HAM dan KPK

oleh
Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Langkah pedagang buah Tanjungsari no 77 melaporkan ke Komnas HAM dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal penyegelan pasar akhirnya direspon oleh Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto.

Ditemui di gedung DPRD Kota Surabaya, secara lantang Irvan Widyanto tidak mempersoalkan langkah pedagang tersebut. Sebaliknya Irvan malah mempersilahkannya.

“Silakan untuk melapor ke Komnas Ham Maupun KPK,” ujar Irvan Widyanto, Selasa (06/8/2019).

Terkait penyegelan, menurut dia, harusnya ditanya terlebih dahulu siapa pihak yang dirugikan. Karena pedagang sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk bisa berjualan di Tanjungsari.

“Harusnya yang dirugikan adalah pedagang bukan pengelola,” tegasnya.

Ditanya terkait rencana relokasi pedagang, mantan Camat Sukolilo ini menyatakan, tidak ada relokasi. Alasanya para pedagang yang berjualan bukan Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Kecuali PKL yang jualan di jalan kita upayakan solusinya, kalau ini gudang jangan di jadikan pasar,” imbuh Irvan.

Diberitakan sebelumnya, Satpol PP Kota Surabaya melakukan penyegelan Pasar Buah Tanjungsari. Bahkan penyegelan yang dilakukan petugas keamanan gabungan Satpol PP dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, berlangsung tanpa perlawanan.

Penyegalan tersebut dilakukan karena PT. Maju Terus Kawan melanggar perubahan kegiatan/usaha di Tanjungsari 77 yang semula gedung penyimpanan terhadap buah menjadi pasar buah tanpa dilengkapi izin lingkungan. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.