Kepada Jokowi, Prabowo Tegaskan Tak Akan Jegal Pemerintah

oleh
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto melambaikan tangan dan disambut Presiden Joko Widodo saat datang di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/11)
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto melambaikan tangan dan disambut Presiden Joko Widodo saat datang di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/11)
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto melambaikan tangan dan disambut Presiden Joko Widodo saat datang di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/11)

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo terus menebar sinyal-sinyal politik di tengah situasi panas jelang Pilkada DKI Jakarta 2017. Presiden Jokowi menyatakan komitmen dan semangat bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk memelihara persatuan serta kemajemukan bangsa.

Komitmen itu ditegaskan kedua tokoh usai jamuan makan siang di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/11). Prabowo memenuhi undangan jamuan makan siang dari Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan kepada presiden komitmennya tidak akan mengusik rezim pemerintahan Jokowi-JK hingga akhir periode 2019. Menurut Prabowo, perbedaan politik merupakan hal biasa sehingga tidak boleh memicu perpecahan.

“Saya berkomitmen, sejak 2014 saat mengucapkan selamat. Saya tidak akan menjegal bapak,” kata Prabowo.

Kehadiran Prabowo di Istana sebagai kunjungan balasan kepada Presiden Jokowi yang telah menemuinya di kediaman pribadi di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada 31 Oktober lalu.

“Kita pernah rival tetapi tetap bersahabat. Perbedaan politik hal biasa tidak boleh jadi perpecahan yang berkelanjutan. Saya pegang komitmen saya,” sambung rival Jokowi dalam Pilpres 2014 ini.

Prabowo mengatakan pemerintah Indonesia berkewajiban memelihara kesatuan dan kesejukan. Dan Prabowo menyatakan komitmennya untuk selalu membantu Pemerintah.

“Di antara keluarga masa tidak bisa diselesaikan. Sikap saya gitu, saya sampaikan apresiasi kami dengan perkembangan terakhir ini. Bisalah lalui cobaan yang kita hadapi bersama dengan ketenangan dan kesejukan,” tutur mantan Pangkostrad ini.

Walau demikian, Prabowo megatakan bahwa pemerintah tetap membutuhkan kritik. Yang penting, kata Prabowo, kritik tersebut harus membangun.

“Kritik itu bagus asal tidak destruktif dan tidak mengarah ke kekerasan. Itu sikap saya,” kata Prabowo

Komitmen ini mendapat apresiasi dari Presiden Jokowi. Ia pun tidak menginginkan bangsa Indonesia terpecah-belah karena perbedaan politik.

“Saya dan Pak Prabowo membicarakan mengenai Indonesia. Mengenai negara kita. Tadi, kami berdua sama semangatnya yaitu demi Merah Putih. Demi NKRI, demi Pancasila, demi UUD 1945, dan demi Bhinneka Tunggal Ika. Sama,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/11).

Jokowi mengatakan, persatuan bangsa adalah harta yang sangat mahal, yang harus dipertahankan oleh seluruh elemen bangsa. Jangan sampai persatuan itu tercabik-cabik akibat perbedaan pandangan politik.

“Tidak. Karena sangat mahal harganya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Jokowi.

Kedua pemimpin juga telah saling bertukar pikiran mengenai sejumlah hal terkait masalah ekonomi, baik di tingkat nasional maupun global. “Hal-hal yang bersifat nasional. Tapi saya kira poin yang penting adalah keutuhan bangsa,” demikian presiden. (dt/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.