Ketika Petani Kulon Progo Nangis di Hadapan Polisi yang Bentengi Penggusuran Tanahnya

oleh
Petani Kulon Progo yang menangis di hadapan polisi.

GLOBALINDO.CO, YOGYAKARTA – Aksi penggusuran lahan petani Kulon Progo Yogyakarta oleh PT Angkasa Pura I kembali dilakukan. Warga yang sebagian besar merupakan petani juga kembali melakukan perlawanan. Sayangnya, para petani kalah dengan adanya pagar hidup aparat kepolisian yang membentengi laju alat berat menggusur lahan. Para petani Kulon Progo pun menangis dan memohon di hadapan petugas yang dibayar oleh pajak yang mereka bayar.

Pemandangan ironis dan tragis itu terjadi di Desa Glagah, Kecamatan Temon. PT Angkasa Pura mengerahkan 12 alat berat untuk membersihkan tanaman milik warga yang berada di kawasan Izin Penetapan Lokasi (IPL). Proses ini mendapatkan pengamanan ketat petugas gabungan dari polisi, TNI, dan Satpol PP.

(Baca Juga: Bentrok Warga dan Aparat di Kulon Progo, 4 Orang Ditangkap)

Warga nampak berusaha menghalangi proses land clearing dengan alat berat yang akan merobohkan pohon kelapa, tanaman cabai, dan tanaman lainnya. Karena kalah jumlah dan terus dihalangi polisi, warga hanya bisa menangis dan pasrah melihat tanamannya diratakan dengan tanah.

“Iki ki ora didol, kok dimbrukke (ini tidak dijual, kok dirobohkan),” teriak para petani dalam deraian air mata, Kamis (28/6/2018).

Proses pembersihan lahan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Sejauh ini proses pembersihan lahan masih berlangsung di lapangan. Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Angkasa Pura.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.