GLOBALINDO.CO, SURABAYA - DPC Partai Hanura Kota Surabaya hari ini menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) (14/12/2016). Sesuai prediksi banyak pihak Edi Rahmat akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC Hanura Surabaya periode 2016-2020.
Sebelumnya posisi tersebut dijabat oleh Edi Rahmat dengan status Pelaksana tugas (Plt). Waktu itu, Edi Rahmat menggantikan posisi Whisnu Wardhana (WW) yang saat ini masih tersangkut masalah hukum.
Wakil Ketua Budang Organisasi DPD Hanura Jawa Timur, Reny Widya Lestari menegaskan terpilihnya Edi Rahmat secara aklamasi telah memenuhi kuorum. Mengingat dalam Muscablub dihadiri 22 Pengurus Anak Cabang (PAC).
“PAC yang tidak datang, saya perintahkan pengurus mencari tahu, yang bercerai berai disatukan kembali,” perintah Reny Widya.
Dengan telah terpilihnya ketua devinitif, Reny mengaku semua konflik yang pernah terjadi telah usai. Sebab pemecatan WW sudah sesuai keputusan dari DPP.
“Setelah muscalub ini, tidak adalagi pengurus demisioner,” tegasnya.
Selain memilih ketua definitf, muscablub kemarin juga menentukan tim formatur. Tim yang bertugas membentuk struktur pengurus ini terdiri dari lima orang.
Ketua terpilih secara otomatis menjadi ketua tim formatur. Reny Widya Lestari sebagai sekretaris, satu dari unsur pengurus demisioner, dan dua orang dari PAC.
“Masa kerja formatur 7 x 24 jam, atau 7 hari,” ucapnya.
Reny mengingatkan, pasca terpilih sebagai Ketua DPC Hanura Surabaya tugas berat sudah menanti Edi Rahmat. Selain harus menyatukan konflik di tubuh partai, juga membentuk kepengurusan PAC se Surabaya.
“Minimal akhir Desember tahun ini sudah selesai. Selain itu, membentuk 64 ranting yang dibebani maksimal maret 2017 sudah rampung,” pungkas Reny. (bmb/gbi)

