Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Terancam Tidak Dilantik Sebagai Anggota DPRD

oleh
Ketua KPU Kota Surabaya, Nur Syamsi.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Calon anggota DPRD Surabaya, Ratih Retnowati terancam tidak dilantik sebagai anggota DPRD periode 2019-2024 pada hari Sabtu (20/8). Kabar itu mencuat setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya mengusulkan penundaan pelantikan Ratih.

Ketua KPU Kota Surabaya, Nur Syamsi menjelaskan usulan penundaan pasca Ratih Retnowati ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya terkait kasus Jasmas 2016 lalu.

“Usulan penundaan pelantikan tersebut akan di ajukan ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa sebagai pejabat yang melantik,” ujar Nur Syamsi, Selasa (20/8/2019).

Menurut Nur Syamsi, pihaknya sudah meminta dokumen penetapan tersangka ke institusi Kejari Surabaya maupun Kejari Tanjung Perak. Dokumen tersebut nantinya dilampirkan dalam surat permohonan penundaan pelantikan ke Gubernur Jawa Timur untuk di setujui.

“Nanti keputusan tergantung sama pihak yang melantik (Gubernur,red),” cetusnya.

Nur Syamsi menambahkan, jika permohonan di kabulkan oleh Gubernur maka pelantikan hanya diikuti oleh 49 orang anggota DPRD kota Surabaya terpilih.

“Sekarang masih proses permohonan dokumen ke aparat penegak hukum. Harapannya bisa selesai hari ini,Selasa(20/8/2019) dan kemudian diteruskan ke Gubernur, mengingat waktunya yang sudah mepet,” tambahnya.

Ditanya soal kemungkinan terjadinya Pergantian Antar Waktu(PAW) terhadap anggota DPRD terpilih yang menyandang status tersangka, Nur Syamsi menegaskan menyerahkan masalah tersebut kepada partai yang bersangkutan berasal.

“Ya kalau PAW itu ranah partai politik yang mengajukan,” pungkas Nur Syamsi. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.