Kursi Ketum Airlangga Hartanto Hanya Sampai 2019

oleh
Ketua Umum Partai golkar yang baru, Airlangga Hartanto (kiri) berbincang dengan mantan Ketum Aburizal Bakrie (Ical).
Ketua Umum Partai golkar yang baru, Airlangga Hartanto (kiri) berbincang dengan mantan Ketum Aburizal Bakrie (Ical) di acara Rapimnas Partai Golkar di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (18/12).

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Airlangga Hartanto yang baru terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar hanya akan menduduki kursinya sampai 2019. Airlangga bisa saja menduduki jabatannya hingga 5 tahun ke depan (2022) apabila internal Golkar menghendakinya di akhir masa jabatan 2019 nanti.

Hal ini disampaikan mantan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Pernyataan Ical ini berkaca pada masa jabatan Ketum di Golkar berdasar AD/ART hanya berlaku lima tahun. “Karena hanya melanjutkan kepemimpinan sebelumnya (Setya Novanto), jadi sampai 2019,” ujar Ical dalam Rapimnas Partai Golkar di JCC Senayan, Senin (18/12).

Meski begitu, Ical menuturkan jabatan Airlangga sebagai ketum umum bisa berlangsung sampai 2022 mendatang jika memang ada kemauan dari internal Golkar.

“Semua bisa kalau mau,” ujar Ical.

Senada disampaikan Ketua DPP Golkar Zainuddin Amali. Ketua Komisi II DPR ini mengatakan, rapimnas Golkar telah menyepakati bahwa jabatan ketua umum yang diemban Airlangga untuk menyelesaikan periode kepemimpinan hingga 2019 mendatang sepeninggal Setya Novanto.

“Kan sudah disepakati sampai menyelesaikan periodisasi sampai 2019, itu sudah disepakati di rapim tadi, sudah,” ucap Amali.

Amali menuturkan tidak ada lobi yang dilakukan kubu Airlangga agar posisinya sebagai ketua umum Golkar bisa berlanjut sampai tahun 2022.

“Enggak ada lah (usulan dari kubu Airlangga),” kata Amali.

Di sisi lain, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tanjung justru berpendapat waktu dua tahun bagi Airlangga untuk menjabat sebagai ketua umum Golkar terlalu singkat.

Apalagi, kata Akbar, saat ini Golkar tengah melalukan perubahan dan perbaikan di internal partai, dengan tema Golkar Bersih, Golkar Jaya, Gokkar Menang.

“Nah untuk itu perlu waktu dan persiapan yang matang, karena itu persiapan matang itu butuh waktu, tentu dua tahun singkat, maka yang cocok ya 5 tahun,” tutur Akbar.

Sementara arena Rapimnas Golkar dihadiri Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mengenakan baju batik, Jokowi-JK hadir bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri didampingi Ketum Partai Golkar terpilih Airlangga Hartarto.

Jajaran elite Partai Golkar seperti Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Ketua Harian Nurdin Halid juga ikut mendampingi. Sementara para senior partai beringin seperti Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Pakar Agung Laksono dan Ketua Dewan Kehormatan BJ Habibie tampak duduk sejajar dengan Jokowi-JK.

Selain dihadiri Jokowi-JK, sejumlah menteri dan pemimpin lembaga tinggi negara juga turut hadir seperti Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, ikut hadir dalam pembukaan munaslub ini.

Sementara itu, dari jajaran petinggi partai politik yang hadir di antaranya Ketua Umum Partai Perindo Harry Tanoesoedibjo, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. (cni/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *