
GLOBALINDO.CO, PONOROGO - Bencana tanah longsor memutus akses jalan penghubung Ponorogo-Pacitan. Material longsor setebal 2,5 meter menimbun penuh badan jalan di Desa Wates Kecamatan, Slahung.
“Tanah longsor tebalnya 2-2,5 meter di jalur Ponorogo arah Pacitan. Saat ini masih dilakukan pembersihan dengan alat berat karena banyak tanahnya,” kata Kapolres Ponorogo, AKBP Suryo Sudarmadi, Rabu (29/11/2017).
Akibat tanah longsor tersebut, jalur utama dari Ponorogo menuju Pacitan lumpuh total. Bahkan rombongan Brimob Polda Jatim yang dikirim ke Pacitan masih tertahan di Ponorogo.
(Baca Juga: Banjir-Longsor di Pacitan, 3 Warga Hilang)
“Lumpuh total jalur untuk ke Pacitan, ini anggota Brimob Polda Jatim masih tertahan. Alat berat baru datang jam 8 pagi ini,” tambah Suryo.
Curah hujan tinggi menyebabkan tanah milik perhutani di petak 56 Desa Wates, longsor. Panjang tebing yang longsor kurang lebih sekitar 40 meter dengan tinggi tebing sekitar 15 meter. Jalur alternatif lewat dari Ponorogo ke Pacitan hanya bisa melalui Wonogiri, Jawa tengah.
Tanah longsor juga menimpa dapur satu rumah milik Suryono (45),warga Dukuh Ngembel Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun.
Selain itu, hujan yang mengguyur Ponorogo seharian penuh membuat jembatan Ta’ap Desa Sumoroto bergerak retak dan goyang. Hal ini karena derasnya arus air sungai di bawah jembatan penghubung dua Kecamatan tersebut.(dtc/ziz)

