
GLOBALINDO.CO, MALANG - Kelangkaan gas LPG seberat 3 kilogram merambah Kabupaten Malang. Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat kesulitan memperoleh tabung gas elpiji.
Seperti terjadi di Kecamatan Bululawang. Banyak warga mengeluhkan jumlah stok tabung gas elpiji melon, yang saat ini telah dibatasi. Masyarakat berharap agar pasokan kebutuhan pokok rumah tangga ini bisa kembali normal. Kelangkaan tersebut dipicu dari pasokan elpiji yang terbatas. Sehingga pengiriman menjadi tidak lancar. Seperti dikatakan Munawar (50), salah seorang agen elpiji di Desa Gading Kulon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Selasa (11/12/2017).
“Saat ini jumlah kiriman stok elpiji melon dibatasi. Jika sebelumnya kami dijatah 50 tabung, tetapi akibat kelangkaan saat ini sekarang hanya mendapatkan jatah 30 tabung saja,” terangnya.
Kata dia, adanya pembatasan jumlah permintaan elpiji tersebut dilakukan karena jumlah persediaan elpiji yang terbatas di tingkat distributor. Munawar berharap, pasokan atau supplay elpiji hijau jenis melon, kembali stabil agar tidak menyusahkan warga. Apalagi, gas elpiji sejauh ini jadi kebutuhan pokok sehari-hari.
Hal yang sama juga terjadi di Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe). Akibat kelangkaan elpiji 3 kilogram ini, sebagian warga bahkan mulai menggunakan kayu bakar.
Marmi (45) salah satunya. Warga Dusun Sidodadi, Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang itu, sudah sepekan mengaku kesulitan memperoleh gas elpiji. Untuk memenuhi kebutuhan memasak, Marmi terpaksa beralih menggunakan kayu bakar.
“Saya sudah membelinya kesana kemari. Tetapi tidak semua toko ada. Untuk kebutuhan memasak setiap hari, kami menggunakan kayu bakar. Habis gimana lagi, daripada tidak masak. Kami berharap kejadian ini agar ada keseriusan pemerintah untuk menormalkan kembali,” ujar Marmi. (nur/bj)

