GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Kesuksesan Surabaya dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik terus mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Terbaru Surabaya ditunjuk sebagai tuan rumah benchmarking Diklat Pim Tingkat II Mahkamah Agung (MA) , Selasa (4/10/2016).
Acara tersebut diikuti 29 peserta diklat yang terdiri dari para pejabat struktural lembaga pengadilan se-Indonesia.
Kepala Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung, Tin Zuraida menuturkan, Surabaya dipilih sebagai lokasi studi banding karena dipandang memiliki pengelolaan organisasi yang sangat mumpuni.
Dikatakan Zuraida, komponen utama studi banding ini mencakup strategi perubahan, strategi pengembangan dan penataan sumber daya manusia (SDM), serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sedangkan fokusnya mengambil tema pelayanan Surabaya Single Window (SSW), Dispendukcapil dan Bagian Bina Program.
“Semoga ilmu yang didapat dari Surabaya dapat mendatangkan manfaat dan diimplementasikan di satuan kerja masing-masing,” kata Tin Zuraida.
Sementara itu, di hadapan 29 peserta Diklat Walikota Surabaya, Tri RismaharinI berpesan berkaca dari sejumlah terobosan yang sukses diterapkan pemkot, bahwa seluruh aparatur sipil negara tak boleh enggan akan perubahan.
“Saya paling malas kalau mendengar kata ‘dulu’ atau ‘biasanya’ dari para pegawai. Sebab, dua kata itu merupakan penghambat bagi perubahan ke arah positif,” ujar Risma saat memotivasi peserta diklat. (bmb/gbi)

