Marwah Daud Rela Mundur dari MUI Demi Bela Dimas Kanjeng

oleh
Marwah Daud Ibrahim, Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga di Majelis Ulama Indonesia yang juga mantan anggota DPR RI rela meletakkan jabatannya di MUI dan lebih memilih membela pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi.
Marwah Daud Ibrahim, Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga di Majelis Ulama Indonesia yang juga mantan anggota DPR RI rela meletakkan jabatannya di MUI dan lebih memilih membela pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi.
Marwah Daud Ibrahim, Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga di Majelis Ulama Indonesia yang juga mantan anggota DPR RI rela meletakkan jabatannya di MUI dan lebih memilih membela pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Doktrin pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng, Taat pribadi terhadap para pengikutnya sungguh terpatri kuat. Bukan hanya banyak yang rela menyetor duitnya hingga ratusan miliar rupiah, bahkan seorang Marwan Daud Ibrahim mau mempertaruhkan kedudukannya sebagai Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga di Majelis Ulama Indonesia hanya untuk membela Taat Pribadi.

“Marwah Daud Ibrahim mengundurkan diri per 3 Oktober meski secara tertulis lewat pesan elektronik WhatsApp kami terima tanggal 4 Oktober. Nanti menyusul surat resmi,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Najamuddin Ramly di Jakarta, Selasa (4/10).

Alasan pengunduran diri Marwah, lanjut Najamuddin, karena yang bersangkutan tetap memilih untuk tetap menjadi Ketua Pembina Yayasan Dimas Kanjeng.

Najamuddin mengatakan, dengan pengunduran diri itu berarti MUI sudah tidak memiliki hubungan secara kelembagaan dengan Marwah. Menurutnya, tindakan dan keyakinan Marwah untuk tetap membela Padepokan Dimas Kanjeng itu bersifat pribadi.

Secara pribadi, Najamuddin belum mengerti mengapa Marwah lebih memilih Yayasan Kanjeng Dimas dan mengundurkan diri dari MUI. Ia menjelaskan, pihaknya akan segera mengeluarkan fatwa setelah menerima hasil investigasi dari MUI Jawa Timur.

Najamuddin berpendapat, sebagai seorang berintelektual, organisatoris dan politisi, seharusnya Marwah tidak mempercayai tindakan di luar logika yang menyimpang dari akidah Islam.

“Kenapa Marwah tertarik? Sebagai intelektual, Koordinator ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) dan peneliti, logikanya tidak masuk akal, bisa tertarik. Saya kira ini perbuatan sihir dan nujum, Marwah diperlihatkan trik-trik Kanjeng Dimas,” katanya.

Marwah Daud adalah mantan Asisten Peneliti Bank Dunia bergelar doktor lulusan The American University Washington DC, Amerika Serikat. Ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum ICMI.

Sayang, rekam jejaknya ternoda karena bergabung dengan Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng dan menjadi pengikut fanatik Taat Pribadi yang kini menjadi tersangka pembunuhan terhadap mantan pengikutnya. Pria yang dielu-elukan bisa menggandakan duit itu juga menjadi tersangka penipuan. (kc/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.