GLOBALINDO.CO, MALANG – Keluarga Chandra Hasan, pendaki yang meninggal saat mendaki di Gunung Semeru, Selasa (4/10) tiba di Lumajang untuk membawa jenazah korban. Pendaki asal Jakarta itu meninggal saat mendaki gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut, Senin (4/10).
Dari keterangan yang diperoleh dari Kepala Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Antong Hartadi, pendaki berusia 33 tahun tersebut nekat mendaki meski kondisinya sedang sakit.
“Kami mengimbau kepada seluruh pendaki untuk jujur saat pemeriksaan kesehatan, jika sedang sakit lebih baik pendakian ditunda dulu,” kata Antong di Malang, Selasa (4/10).
Warga Jatinegara, Jakarta Timur itu mendaki bersama tiga rekannya setelah menunjukkan surat keterangan sehat kepada petugas pos Ranu Pane. Mereka berangkat mendaki pada Minggu (2/10) sekitar pukul 14.15 WIB.
Saat waktu menunjukkan pukul 15.45, rombongan berhenti istirahat di sekitar Blok Landengan Dowo sebelum shelter 1. Rombongan itu kemudian terbagi menjadi dua kelompok. Dua orang berjalan terlebih dahulu dan dua lainnya berjalan belakangan. Dua orang yang berjalan belakangan salah satunya adalah Chandra.
Baru berjalan dua langkah, Chandra kembali duduk beristiraat dan meminta rekannya untuk menunggu. Ketika duduk itulah, dia pingsan.
Teman seperjalanannya sontak terkejut dan langsung memanggil dua rekannya yang sudah berjalan sekitar 50 meter di depan mereka. Saat diperiksa, denyut nadi tangan dan dada Chandra sudah berehnti.
Tetapi masih ada denyut di lehernya. Mereka pun menyelimuti Chandra dengan kantung tidur.
Melihat kondisi rekannya, dua orang berinisiatif mencari bantuan, sedangkan satu orang rekannya menunggui korban. Dua orang rekan yang mencari pertolongan tiba dan melapor di pos Ranu Pane sekitar pukul 17.30 WIB.
Mendapati laporan itu, petugas BB-TNBTS bersama porter bergegas ke lokasi Chandra berada. Namun sesampainya di lokasi, petugas mendapati denyut nadi di tubuhnya sudah tidak ada. Petugas mengevakuasi Chandra. Sekitar pukul 20.00, rombongan tiba di Pos Ranu Pane. Bidan Desa Ranu Pane memeriksa denyut Chandra dan menyatakan ia sudah meninggal dunia.
Meninggalnya Chandra menambah panjang kasus pendaki meninggal dalam tiga pekan terakhir di Gunung Semeru. Pada 14 September lalu seorang pendaki asal Pekalongan juga meninggal dunia karena sakit.
“Di pos Ranu Pane kami hanya memeriksa surat keterangan dokternya, jika memang pendaki dinyatakan sehat maka diizinkan melanjutkan pendakian,” ujar Antong.
Untuk mendaki Gunung Semeru, setiap pendaki wajib menunjukkan surat keterangan sehat yang dibawa dari tempat asalnya masing-masing. Selain memeriksa surat keterangan sehat, petugas juga memeriksa kesiapan pendaki, termasuk bekal yang dibawa. (gbi)

