Menlu RI dan Palestina Rancang Strategi Bebaskan Yerussalem

oleh
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dengan Menlu Palestina Riyad al-Maliki berbincang selama dua jam membahas isus Yerussalem di Amman, Yordania, kemarin.
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dengan Menlu Palestina Riyad al-Maliki berbincang selama dua jam membahas isus Yerussalem di Amman, Yordania, kemarin.

 

GLOBALINDO.CO, AMMAN – Pertemuan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menlu Palestina Riyad al-Malaiki di amman, Yordania, Senin (11/12) menghasilkan sejumlah resolusi untuk Yerussalem. Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua j am, kedua Menlu mengatur strategi perjuangan hak dan kemerdekaan Palestina.

“Saya baru saja menyelesaikan pembicaraan dengan Menlu Palestina. Pertemuan dilakukan lebih dari dua jam,” ujar Menlu Retno dalam keterangan Kemenlu RI, Selasa (12/12).

Kedua diplomat senior ini berdialog selama dua jam lebih guna membahas isu terkait Yerusalem, yang pada 6 Desember 2017 lalu diakui sebagai Ibu Kota Israel oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Menlu Retno menjelaskan bahwa dalam pertermuan tersebut dia dan Menlu Maliki bicara mengenai hasil dari pertemuan Liga Arab. Menlu Palestina juga kembali dari Kairo, Mesir dan kita bercerita mengenai pertemuan yang ada di Kairo. Kemudian dibahas pula mengenai masalah persiapan untuk KTT OKI di Istanbul, Turki pada 13 Desember. KTT khusus ini juga akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo yang sudah melakukan perjalanan ke Istanbul.

“Prinsipnya elemen-elemen yang ingin dibawa oleh Palestina dan Indonesia kurang lebih sama. Kita akan meminta para SOM Leaders (pejabat senior) untuk bekerja sama di dalam mempersiapkan teks outcome document (dokumen akhir) dari KTT OKI nanti. Jadi intinya itu yang dibahas selama dua jam,” tutur mantan Dubes RI untuk Belanda itu.

Dalam kesempatan itu, Menlu Palestina RIyad al-Maliki mengapresiasi tindakan cepat Indonesia mengenai isu Yerusalem.

“Palestina sangat mengapresiasi Indonesia. Karena Indonesia dilihat sebagai negara non Arab yang cepat tanggap melakukan diplomasi tanpa diminta. Diplomasi atau pendekatan ini tidak terbatas pada negara-negara anggota OKI tetapi juga negara-negara lain,” jelas Menlu Palestina.

“Saya juga menceritakan komunikasi saya dengan berbagai Menlu Eropa Barat. Terakhir komunikasi yang saya lakukan dengan Menlu Inggris dan menlu Jerman. dan saya juga sampaikan setelah dari Istanbul, saya akan ke Brussels untuk menemui Menlu Uni Eropa,” papar Maliki.

Diharapkan pendekatan langsung Indonesia baik dengan Yordania dan Palestina akan memberikan kekuatan baru untuk menghasilkan manfaat terbaik bagi Palestina di dalam pertemuan KTT OKI. Maliki optimis, konsultasi dan koordinasi yang dilakukan Menlu Retno dengan semua negara anggota OKI, akan membuahkan hasil yang positif untuk Palestina.

Insyaallah hasil dari KTT OKI ini akan baik dan akan bermanfaat bagi palestina,” ujarnya. (med/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *