GLOBALINDO.CO, YOGYAKARTA - sebuah pabrik pengolahan air mineral palsu digerebek polisi di kawasan Gamping, Sleman, Yogyakarta. Penggerebekan bermula dari laporan masyarakat yang masuk ke jajaran Polres Bantul. Atas dasar laporan masyarakat itu, Satreskrim Polres Bantul berhasil membongkar praktik pemalsuan air mineral dalam kemasan ini.
“Awalnya dari informasi warga yang merasa curiga dengan air mineral dalam galon yang dibeli. Warga ini mencurigai air galon palsu,” kata Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo, Sabtu (13/08/2016).
Dari informasi tersebut, pihaknya lalu melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, petugas mendapati orang yang bertugas menjadi mengedarkan air mineral tersebut ke toko-toko.
“Kamis sore kita di Ngestiharjo kita dapati satu mobil pikap yang diduga membawa air mineral palsu,” ucapnya.
Di dalam mobil tersebut terdapat 20 galon air mineral yang diduga palsu dalam kemasan galon. Selain itu ada juga 13 galon yang sudah kosong.
“Dua orang yang saat itu mengedarkan , F dan Es,” urainya.
Berdasarkan keterangan F dan Es, air mineral tersebut didapatkan dari daerah Gamping Sleman. Dari informasi tersebut, pihaknya lalu melakukan penggerebekan.
“Pemiliknya inisial A. Di lokasi Kita temukan barang bukti galon-galon yang siap diisi. Selang dan soldir,” kata dia.
Anggaito menuturkan, dari keterangan A diketahui pemalsuan air mineral ini sudah berlangsung selama dua tahun. Air mineral palsu ini diedarkan di daerah Bantul dan Kulonprogo. Modus pemalsuanya lanjutnya mengisi galon bermerek yang kosong dengan air sumur. Setelah itu tutup direkatkan seperti aslinya.
“Penutup galon agar nempel direkatkan dengan menggunakan solder,” sebutnya.
Ia menyebutkan, saat ini pihaknya masih secara intensif meminta keterangan ketiganya dan melakukan penyidikan lebih mendalam. Salah satunya mendalami apakah pemilik toko mengetahui air mineral yang dijual palsu.(kcm/ziz)

