Pamer Hulu Ledak Zolfaghar, Iran Ancam Ratakan Tel Aviv

oleh
Sebuah truk yang mengangkur rudal jarak menengah Sejjil tampil dalam parade militer  dan Jumlah tentara Iran mencapai 545.000 personel. Namun, jumlah pasukan cadangan negara ini mencapai 1.800.000 orang, bagian dari Garda Revolusi Iran.
Sebuah truk yang mengangkur rudal jarak menengah Sejjil tampil dalam parade militer dan Jumlah tentara Iran mencapai 545.000 personel. Namun, jumlah pasukan cadangan negara ini mencapai 1.800.000 orang, bagian dari Garda Revolusi Iran.

GLOBALINDO.CO, TEHERAN - Republik Islam Iran menggunakan perayaan yang ke-36 peringatan perang Iran-Irak pada Rabu, 19 September 2016, untuk menunjukkan persenjataan diantaranya rudal, pesawat tempur, tank, dan kekuatan pasukannya dalam rangka menghadapi peningkatan ketegangan regional. Dalam parade militer tersebut, Iran juga memamerkan 16 rudal balistiknya.

Sebuah rudal baru dengan beberapa hulu ledak, yang disebut Zolfaghar, juga dipamerkan dalam acara yang berlangsung di ibu kota Teheran tersebut, dengan tulisan ancaman kepada Israel yang tertera pada sisi truk pengangkutnya.

“Jika para pemimpin rezim Zionis membuat satu gerakan yang salah, republik Islam akan menghancurkan Tel Aviv dan Haifa,” demikian bunyi tulisan tersebut, mengacu pada dua kota utama di Israel.

Menurut komandan angkatan udara Garda Revolusi, Jenderal Amir-Ali Hadjizadeh, Zolfaghar memiliki jangkauan 750 kilometer.

Kekuatan angkatan laut turut dipamerkan dalam kesempatan tersebut dengan melibatkan 500 kapal patroli cepat dan kapal perang yang akan menanggapi setiap situasi di wilayah Teluk. Selain itu, untuk pertama kalinya, jet tempur buatan Rusia, Sukhoi Su-22, terbang di atas wilayah Bandar Abbas, pelabuhan utama di pantai Teluk.

“Keputusan terbaru dari penjahat Amerika Serikat untuk memberikan bantuan militer kepada penjajah Zionis (Israel) memperkuat tekad kami untuk meningkatkan kemampuan pertahanan,” tegas Jenderal Mohammad Hossein Bagheri, kepala staf angkatan bersenjata Iran.

Amerika Serikat dan Israel pada awal bulan ini menandatangani kontrak bantuan militer senilai US$ 38 miliar di tengah peningkatan perselisihan atas proses perdamaian Timur Tengah.

Selain dengan Israel, Iran memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan salah satu kekuatan besar di Timur Tengah, Arab Saudi. Dua negara paling berpengaruh di Timur Tengah yang masing-masing mewakili muslim Syiah dan Sunni itu mendukung sisi yang berlawanan dalam konflik di Suriah dan Yaman.

Ketegangan di antara mereka juga merambat dalam urusan ibadah haji tahunan di Arab Saudi, yang pada tahun ini tidak diikuti jemaah dari Iran. (tmp/nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.