GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pelaku teror di Gereja Katolik Santo Yoseph Medan, Minggu (28/8), Ivan Hasugian alias IAH (17) ternyata belajar merakit bom dari internet. Namun IAH gagal melakukan percobaan bom bunuh diri hingga akhirnya ditangkap.
“Memang ada pengakuan dia berhubungan dngan orang lain, sedang kita identifikasi,” kata Kepala BNPT Suhardi Alius usai bertemu MUI di Jalan Proklamasi, Jakarta, Senin (29/8).
Suhardi memastikan aksi IAH tidak terkait dengan jaringan teroris manapun. Penyidik masih melakukan pendalaman soal motif dan latar belakang.
“Yang jelas dia itu dapat dari konten-konten internet dan kemudian melakukan tindakan itu sendiri,” sambungnya.
Terkait usia IAH yang masih di bawah umur, menurut Suhardi ada aturan lain yang dikenakan.
“Di bawah umur ada hukum acara sendiri, untuk anak yang belum 18 tahun ada hukum acara sendiri dengan metode-metode yang harus dipisahkan sesuai diklasifikasikan,” ucap Suhardi. (dt/gbi)

