Pembunuh Imam Masjid New York Diringkus

oleh
Terdakwa penembak mati Imam Masjid New York, Oscar Morel (tengah) digiring petugas kepolsiian setempat.

Terdakwa penembak mati Imam Masjid New York, Oscar Morel (tengah) digiring petugas kepolsiian setempat.
Terdakwa penembak mati Imam Masjid New York, Oscar Morel (tengah) digiring petugas kepolsiian setempat.

GLOBALINDO.CO, NEW YORK – Polisi New York, pada Selasa (16/8) WIB, menangkap Oscar Morel (35), pria yang dicurigai menembak mati imam masjid Al-Furqan Jame, New York City, Imam Maulana Alauddin Akonjee dan temannya, Thara Uddin. Terdakwa dijerat pasal pembunuhan tingkat dua dan dua dakwaan kepemilikan senjata ilegal terkait peristiwa pembunuhan Sabtu lalu.

Petugas menciduk Morel di luar sebuah apartemen di Brooklyn ketika dia sedang menuju kendaraan. Polisi awalnya mencurigai mobil itu atas kasus tabrak lari, dan menemukan kecocokan dengan citi-ciri mobil yang dipakai pelaku penembakan di dekat masjid.

“Detektif dari unit satgas pencari buronan mendekati mobil itu dan dia menabrak mobil detektif beberapa kali dalam upayanya untuk kabur,” kata kepala reserse Kepolisian New York, Robert Boyce.

Oscar menembak Imam Maulana Alauddin dan Thara Uddin di sekitar masjid di kawasan Ozone Park, Queens.

“Dia ditangkap tanpa ada insiden lebih jauh dan dibawa ke tahanan untuk interogasi,” ujarnya.

Boyce mengatakan Oscar terlihat dalam video pengintai sedang melarikan diri dari lokasi penembakan memakai mobil GMC Trailblazer warna hitam. Sekitar 10 menit kemudian, mobil dengan ciri yang sama menabrak seorang penunggang sepeda dekat Brooklyn.

Oscar awalnya didakwa dengan kasus tabrak lari, namun kasusnya ditingkatkan menjadi pembunuhan setelah polisi menemukan sebuah revolver di rumahnya dan juga baju sesuai dengan yang dipakai penembak dalam video.

Pada Senin juga, sekitar 1.000 orang menghadiri acara pemakaman Akonjee, 55, dan Uddin, 64, dan teriakan-teriakan emosional terdengar dari lokasi. Beberapa pembicara dalam acara itu mengatakan para korban dibunuh karena agama mereka, dan beberapa pengunjung berteriak “keadilan!” beberapa kali. (bs/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.