GLOBALINDO.CO, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mencabut subsidi listrik untuk golongan pelanggan 900 Volt Ampere (VA) mulai Januari 2017. Dari pencabutan subsidi itu, negara diklaim bisa menghemat Rp 20 triliun dalam setahun.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Jarman mengatakan, penghematan tersebut berasal dari pencabutan subsidi 22,9 juta pelanggan listrik 900 VA. Hanya 4,1 juta yang benar-benar masuk dalam kategori tidak mampu yang tetap berhak mendapatkan subsidi.
“Kita yang di DPR itu rencana usulan pencabutan subsidi bagi golongan subsidi 900 VA bagi yang mampu. Kan diperkirakan 22,9 juta totalnya. Yang berhak sesuai perhitungan kita 4,1 juta,” kata Jarman, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (7/9).
Jika pencabutan subsidi 18,8 juta pelanggan tersebut dapat diterapkan tahun depan, maka pemerintah bisa menghemat Rp 20 triliun dalam satu tahun. “Bisa sampai Rp 20 triliun lebih, total semua selama satu tahun. Penghematannya bisa segitu,” ucap Jarman.
Rencana pencabutan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pencabutan secara bertahap itu diyakininya agar masyarakat tidak kaget ketika harga listrik yang dibayarkan tiba-tiba besar. Namun, tahap tersebut masih dalam pembahasan kareena akan dimasukan dalam Rancangan Anggaraan Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017.
“Empat tahap itu nanti kita bicarakan. Beda sedikit lah (dari kemarin),” tutup Jarman. (met/gbi)

