Pendakian Rinjani Dibuka, Hanya sampai Plawangan

oleh
 Keindahan Taman Nasional Gunung Rinjani Lombok Propinsi Nusa Tenggara Barat Indonesia

Keindahan Taman Nasional Gunung Rinjani Lombok Propinsi Nusa Tenggara Barat Indonesia

GLOBALINDO.CO, MATARAM – Pembukaan Rinjani mulai hari, Jumat lalu, pukul 07.00 waktu Indonesia tengah, pendakian ke Gunung Rinjani dibuka kembali oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Namun jalur pendakian ke Rinjani baru dibuka secara terbatas. Pendakian hanya diizinkan sampai Plawangan, tidak boleh mendaki ke puncak ataupun ke Danau Segara Anak.

Pembukaan secara terbatas tersebut dilakukan Kepala Balai TNGR Agus Budi Santosa setelah menerima surat rekomendasi dari Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Nomor 6228/45/BGL/2016 tertanggal 11 November 2016. “Rekomendasi melarang aktivitas di tubuh Baru Jari, termasuk di area lava baru dan seluruh area di dalam radius 2 kilometer,” tutur Agus Budi Santosa dalam suratnya.

Selain itu, para pendaki diminta menyiapkan penutup hidung dan mulut mencegah terhirupnya debu gunung.

Pendakian hanya boleh dilakukan terbatas sampai Plawangan di setiap jalur pendakian, sekitar 3,5 jam menuju puncak. Dari Senaru, misalnya, hanya boleh sampai Plawangan Senaru atau dari Sembalun sampai di Plawangan Sembalun, dari Aik Berih sampai di Plawangan Batu Belah, dan dari Timbanuh sampai di Plawangan Timbanuh. Pendaki harus kembali ke pos asal pendakian. “Karena tidak boleh menuruni Danau Segara Anak jika keluar dari pos yang berbeda,” kata Kepala Pos, Sembalun Zainudin.

Sejak dari pagi hari, sudah ada belasan pendaki asing yang melakukan perjalanan pendakian dari pos Sembalun. Sedangkan dari Senaru, Kepala Pos Pendakian Senaru Gusti Suartha mengatakan belum ada pendaki yang diberangkatkan. “Di sini cuacanya hujan. Lebih memilih lewat Sembalun,” ujarnya. Dalam keadaan normal, setiap hari rata-rata tiap pos pendakian dilalui 20–50 orang asing. (tm/nh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.